Karena nilai dolar selisih (sudah naik) 10%. Ya harus naik, tidak ada alasan turun.
Kenapa turun? Kami tanya, tidak ada yang bisa jawab.
Oke kita sepakat semua, tidak ada satupun yang menolak.
Ketua asosiasi, perusahaannya hadir, pengusahanya hadir, eksportirnya hadir, semua sepakat harga kembali seperti semula," ujar Amran dalam konferensi pers hasil rapat terkait harga TBS bersama pengusaha dan petani di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).
Peluang dari selisih kurs mata uang asing diharapkan dapat dimanfaatkan sektor pertanian untuk mendongkrak capaian ekspor.
Tahun sebelumnya, performa ekspor sektor ini mencatat pertumbuhan positif dengan nilai kenaikan mencapai Rp 167 triliun.
"Harusnya (harga TBS) naik 10% daripada harga sebelumnya. Karena ada selisih.
Nilai dolar sekarang Rp 18 ribu. Harusnya momentum ini, kesempatan ini, sektor pertanian, kita gunakan dengan baik.
>>> Marquez dan Bezzecchi Bakal Uji Coba Motor MotoGP 850 cc di Brno
Tahun lalu ekspor kita naik Rp 167 triliun," sambung Amran.