Dari aktivitas sederhana itu, wisata Lava Tour Merapi berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat lereng gunung.
Saat ini terdapat sekitar seribu jip yang memiliki izin operasional di kawasan Merapi. Armada tersebut tersebar di sekitar 25 basecamp operator wisata.
Di KAS Adventure sendiri terdapat 33 armada jip. Sebanyak 23 unit aktif beroperasi, sedangkan sisanya masih dalam proses perbaikan.
Meski tarif mengalami kenaikan, Aprin mengatakan minat wisatawan masih cukup tinggi.
Menariknya, periode paling ramai justru bukan saat akhir pekan. Peak season biasanya hari kerja dan pagi hari.
Bagi wisatawan, tambahan biaya Rp 50 ribu mungkin tidak terlalu terasa dibanding sensasi menyusuri jejak erupsi Merapi dengan jip tua.
>>> Timnas Inggris Andalkan Harry Kane Hadapi Kroasia di Piala Dunia 2026
Namun bagi para operator, kenaikan tarif menjadi cara agar roda ekonomi wisata di lereng Merapi tetap bisa berputar di tengah melonjaknya biaya operasional.
