⌂ Beranda News PT KBI Dukung Implementasi Sistem Resi Gudang Kopi Berbasis Rel di Bandung

PT KBI Dukung Implementasi Sistem Resi Gudang Kopi Berbasis Rel di Bandung

PT KBI Dukung Implementasi Sistem Resi Gudang Kopi Berbasis Rel di Bandung
Gudang SRG kopi di Stasiun Gedebage Bandung
A A Ukuran Teks16px

Tingginya potensi komoditas kopi terlihat dari aktivitas pencatatan yang dilakukan PT KBI. Hingga bulan Mei 2026, komoditas kopi tercatat mendominasi registrasi pada sistem perusahaan.

>>> Komisi VII DPR Kritisi Usulan Tambahan Anggaran Kemenpar Rp 1,99 Triliun

Porsi registrasi kopi di dalam sistem IsWare Next Gen milik PT KBI mencapai 47 persen dari keseluruhan total komoditas yang terdaftar.

Perusahaan menilai pencapaian ini membuktikan besarnya pemanfaatan SRG oleh pelaku usaha kopi.

Para pelaku usaha memanfaatkan instrumen SRG sebagai sarana pengelolaan stok komoditas sekaligus untuk mendapatkan akses pembiayaan.

Untuk menunjang hal tersebut, PT KBI terus mematangkan langkah digitalisasi melalui pengembangan sistem IsWare Next Gen.

Sistem ini memfasilitasi verifikasi kualitas serta kuantitas komoditas, sekaligus mendukung transparansi dan akuntabilitas ekosistem SRG.

Komitmen dalam memperluas ekosistem SRG juga ditunjukkan PT KBI melalui partisipasi dalam ajang WIITEX 2026 yang diselenggarakan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dalam ajang tersebut, PT KBI berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha serta pembeli internasional dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Thailand, Filipina, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Jerman.

Langkah PT KBI turut memperoleh dukungan dari perwakilan diplomatik sejumlah negara sahabat, yang berfokus pada pengembangan ekosistem serta komoditas yang masuk dalam sistem SRG.

Manajemen PT KBI menganggap momentum ini sangat tepat untuk memperkenalkan optimalisasi SRG ke ranah global.

Instrumen ini dinilai krusial dalam menyokong peningkatan daya saing komoditas lokal di pasar internasional.

"Capaian yang diraih sepanjang 2025 menjadi pijakan penting bagi PT KBI untuk terus membangun ekosistem komoditas yang transparan, terintegrasi, dan berdaya saing global.

>>> Dana Kelolaan Sucor AM Tembus Rp 47,22 Triliun pada Kuartal I 2026

Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas kontribusi terhadap pengembangan industri komoditas dan perekonomian nasional," kata Budi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru