Arahan tersebut langsung direspon oleh jajaran kementerian sebagai target kerja baru.
Koordinasi intensif akan segera dilakukan untuk mengeksekusi penataan hotel di Arab Saudi.
"Kemudian bagaimana beliau juga memberikan masukan tentang penginapan-penginapan hotel-hotel yang harus juga lebih ditata lebih baik lagi," lanjut Gus Irfan.
Dari sisi operasional Kementerian Haji, Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan komitmen penuh kepala negara terhadap kenyamanan jemaah.
Dilansir dari cnnindonesia. com, kementerian telah menyiapkan puluhan poin evaluasi komprehensif.
"Jadi, beberapa ada sekitar 20 poin perbaikan yang kita lakukan dan itu nanti akan disampaikan kepada Bapak Presiden," ucap dia.
Di sisi lain, Tim Pengawas Haji DPR RI menyoroti keberhasilan pemangkasan waktu tunggu atau antrean haji nasional.
Ketua Timnas Haji DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengapresiasi target Presiden yang berhasil menekan masa tunggu secara signifikan.
"Yang kedua, concern beliau yang kami sangat tadi apresiasi itu, ingin bagaimana antrean ini yang kemarin sudah hampir 35 tahun, 40 tahun, melalui para pembantunya Bapak Presiden, Pak Menteri Haji nanti dan Wamen semua bekerja, sudah bisa ditekan sampai 26 tahun," kata Cucun.
DPR RI juga mendorong agar pemerintah tidak cepat puas dengan capaian pengurangan durasi antrean saat ini.
Presiden Prabowo meminta dicarikan formulasi baru agar masyarakat bisa berangkat ke tanah suci tanpa perlu menunggu puluhan tahun.
"Bahkan beliau menyampaikan tadi kalau bisa tolong lebih cepat lagi seperti apa skemanya kalau misalkan antrean ini tidak panjang," tambahnya.
Menutup laporannya kepada Kepala Negara, Cucun memuji integrasi sistem imigrasi nasional yang dinilai sukses menyaring pergerakan jemaah tanpa dokumen resmi.
Berdasarkan rilis kumparan.
com, kualitas hotel bintang lima kini juga sudah dapat dinikmati oleh jemaah haji reguler di sekitar Masjid Nabawi, Madinah.
"Kemudian kami juga laporkan pengawasan kami terkait bagaimana di mekanisme keberangkatan. Imigrasi di kita sudah bagus sehingga bisa mengantisipasi jemaah-jemaah ilegal tidak bisa lolos.
Kemudian juga orang yang bisa menjalankan haji itu betul-betul bisa nyaman dari sejak keberangkatan," katanya.
Sinergi regulasi baru ini memastikan perlindungan penuh bagi hak-hak jemaah haji reguler Indonesia.
Peningkatan fasilitas tempat menginap di zona utama Madinah menjadi preseden positif bagi tata kelola haji di masa depan.
>>> BXSea Oceanarium Luncurkan Eksibisi Kuda Laut Perut Besar untuk Edukasi dan Konservasi
"Fasilitas layanan hotel, bayangkan saja di era kepemimpinan Bapak Presiden sekarang ini, jemaah reguler, ada dua ya, jemaah reguler dan jemaah haji khusus, jemaah haji khusus itu sudah biasa nginap di hotel bintang lima, tetapi ini jemaah reguler sekarang hampir 17.000 jemaah diinapkan di zona 1 di sekeliling Masjid Nabawi di Madinah, bisa diinapkan di hotel-hotel bintang lima," tandas dia.