Perubahan proyeksi ini menandakan anggota Komite Pasar Terbuka Federal menganggap satu kali kenaikan suku bunga masih diperlukan pada tahun 2026.
Di sisi lain, Kevin Warsh memutuskan tidak mengumpulkan estimasi pribadinya sehingga pembacaan arah kebijakan moneter menjadi lebih rumit.
Menyusul pengumuman dari bank sentral, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat langsung merangkak naik.
Yield Treasury untuk jangka waktu dua tahun meningkat lebih dari 16 basis poin hingga menyentuh angka 4,216 persen.
"Reaksi pasar saat ini sebagian besar dipicu oleh dot plot yang jauh lebih hawkish," kata Kepala Ekonom New Century Advisors, Claudia Sahm.
"Perubahan besar telah terjadi dalam gambaran inflasi," lanjut dia.
Para pelaku pasar kini tengah mencermati pernyataan Kevin Warsh yang berulang kali menekankan komitmen terhadap stabilitas harga saat konferensi pers.
Sikap tersebut diartikan sebagai sinyal bahwa pelonggaran kebijakan moneter tidak akan dijalankan secara agresif.
"Ia benar-benar ingin menunjukkan bahwa dirinya berkomitmen menjaga stabilitas harga.
Artinya, kita tidak akan melihat kebijakan moneter yang sangat longgar seperti yang sebelumnya diperkirakan banyak pihak ketika Warsh mulai jabat pada kuartal pertama tahun ini dan pasar masih mengharapkan pemangkasan suku bunga," ujar Chief Executive Officer DoubleLine Capital Jeffrey Gundlach dalam program CNBC Closing Bell.
>>> Suku Bunga KPR AS Melonjak ke 6,62% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga
"Setidaknya, hari ini ia sama sekali tidak menunjukkan arah kebijakan seperti itu," kata Gundlach.