⌂ Beranda News Saham SpaceX Turun 5% Akhiri Reli Tiga Hari Pasca-IPO

Saham SpaceX Turun 5% Akhiri Reli Tiga Hari Pasca-IPO

Saham SpaceX Turun 5% Akhiri Reli Tiga Hari Pasca-IPO
Grafik saham SpaceX
A A Ukuran Teks16px

Saham SpaceX mencatat penurunan untuk pertama kalinya pada Rabu, 17 Juni 2026, setelah sempat reli tiga hari berturut-turut pasca-IPO.

Berdasarkan data Bloomberg News, saham perusahaan roket milik Elon Musk ini merosot sekitar 5 persen dalam sesi fluktuatif, meskipun sempat menguat hingga 6 persen sebelum berbalik arah.

>>> 3.161 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Eksekusi Hotel Sultan

Penurunan ini membuat kapitalisasi pasar SpaceX kembali di bawah Amazon. com Inc., dengan nilai sekitar US$2,5 triliun, menempatkannya sebagai perusahaan terbesar keenam di dunia.

Meski turun, harga saham SpaceX masih 42 persen di atas harga IPO sebesar US$135.

Volatilitas Dinilai Wajar

Manajer portofolio di Founder Funds Dallas, Michael Monaghan, menilai fluktuasi harian ini masih dalam batas wajar.

"Singkatnya, saya pikir ini sejauh ini hanya gangguan pasar (noise).

Jika kita melihat penurunan besar dalam satu hari, itu akan menjadi pembahasan yang berbeda," ujar Monaghan, yang perusahaannya memiliki saham SpaceX.

Founder Funds juga membuka peluang menambah posisi jika harga saham mengalami koreksi lebih dalam.

Menurut analisis Vanda Research, volatilitas intraday dipengaruhi rendahnya jumlah saham beredar yang hanya 4,2 persen pada hari pertama, di tengah aksi jual massal setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga.

>>> Kakak Kandung Bunuh Perempuan Tunagrahita di Jombang Akibat Jengkel

Sebelum koreksi, investor ritel gencar memburu saham SpaceX, melampaui volume gabungan saham Nvidia, Alphabet, Amazon, Meta, dan ETF Nasdaq 100, sementara saham Tesla mencatat penjualan bersih sekitar US$61 juta.

Vanda Research mencatat kemungkinan terjadi rotasi dari perdagangan terkait Elon Musk ke SpaceX yang dipandang sebagai eksposur lebih murni terhadap AI dan teknologi.

Berdasarkan data Truist Advisory Services, performa satu minggu SpaceX berpotensi melampaui rata-rata 30 IPO teknologi besar AS dalam 15 tahun terakhir, meskipun secara historis hanya 43 persen IPO mampu mempertahankan kinerja positif hingga 12 bulan.

Investor Michael Burry menyatakan opsi jual (put options) SpaceX terlalu mahal sehingga belum membelinya untuk saat ini.

Aktivitas pasar opsi mencatat lebih dari 1,4 juta kontrak opsi SpaceX berpindah tangan pada Rabu, menjadikannya sekuritas ketiga paling aktif di pasar opsi AS setelah Tesla dan Nvidia.

Nasdaq Inc. telah memperbarui aturan untuk mempercepat masuknya SpaceX ke dalam indeks saham dalam 15 hari perdagangan, sedangkan S&P Dow Jones Indices tetap mewajibkan SpaceX menunggu 12 bulan dan memenuhi kriteria profitabilitas sebelum masuk S&P 500.

Manajer Portofolio Motley Fool Asset Management, Shelby McFaddin, menyebut prospek masuk indeks membuat sebagian investor memilih bersikap pasif.

>>> KEI Learning Gelar Workshop Google Spreadsheet Berbasis AI, Tingkatkan Kemampuan Olah Data

Sebelumnya, IPO SpaceX pada Jumat, 12 Juni 2026, dengan harga pembukaan US$150 per lembar saham mengukuhkan Elon Musk sebagai triliuner pertama dunia dengan kekayaan bersih menembus US$1,1 triliun.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru