Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik, Riset, dan Analisis, Heri Supriyadi, menyebutkan bahwa perusahaan asuransi umum BUMN akan menemui konsultan untuk menerima hasil kajian skema merger.
Dukungan juga datang dari sektor asuransi jiwa. Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga AAJI yang juga Direktur Utama AXA Mandiri, Handojo G.
Kusuma, menilai merger merupakan langkah tepat untuk membentuk perusahaan yang kuat.
“Kami melihat konsolidasi ini secara positif karena pada akhirnya akan menghasilkan perusahaan yang lebih kuat,” ujar Handojo dalam konferensi pers.
Ia berharap konsolidasi mampu memicu momentum penguatan fondasi bisnis, khususnya pada sektor permodalan menjelang tenggat penguatan industri pada 2028.
Sebelumnya, Danantara memaparkan rencana pemangkasan jumlah perusahaan asuransi milik negara dari 15 menjadi tiga entitas besar yang masing-masing fokus pada asuransi jiwa, umum, dan kredit.
Langkah ini sejalan dengan target pemerintah menyusutkan total 1.043 entitas BUMN menjadi sekitar 300 entitas.
Pengamat asuransi, Irvan Rahardjo, memproyeksikan merger akan mendongkrak kapasitas dan permodalan ekuitas BUMN asuransi, namun juga berpotensi mengurangi kompetisi dan pilihan konsumen.
>>> FamilyMart Indonesia Diskon Value Set Oden Rp 22.000 Setiap Selasa Juni 2026
Tantangan utama yang harus diantisipasi adalah kompleksitas penyatuan perbedaan budaya dan sistem kerja demi melahirkan kultur korporasi baru.