Tekanan inflasi juga berasal dari kelompok energi setelah penyesuaian harga bahan bakar nonsubsidi dan LPG rumah tangga.
Meski demikian, inflasi masih berada dalam rentang sasaran BI sebesar 1,5 persen hingga 3,5 persen.
LPEM FEB UI menilai tekanan inflasi saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor pasokan dan harga yang diatur pemerintah.
>>> Kapal Tongkang Batu Bara Karam di Pantai Sukaresik Pangandaran, Air Laut Berubah Hitam
Efektivitas kenaikan suku bunga tambahan dalam jangka pendek relatif terbatas.
Rupiah Masih Jadi Perhatian
Selain inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah masih menjadi perhatian utama.
Rupiah sempat menyentuh level di atas Rp 18.000 per dolar AS pada awal Juni sehingga mendorong BI menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin di luar jadwal RDG pada 9 Juni 2026.
Menurut LPEM FEB UI, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap sejumlah risiko domestik.
Kondisi itu tercermin dari berlanjutnya arus keluar modal asing di pasar saham.
Pada periode 20 Mei hingga 11 Juni 2026, pasar saham Indonesia mencatat arus keluar dana asing sebesar 1,5 miliar dolar AS.
Sementara itu, pasar obligasi hanya membukukan arus masuk sekitar 0,02 miliar dolar AS.
Cadangan devisa Indonesia juga tercatat turun 1,3 miliar dolar AS pada Mei 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.
Secara kumulatif, posisi cadangan devisa telah berkurang sekitar 11,6 miliar dolar AS sejak awal tahun, terutama akibat intervensi BI di pasar valuta asing.
Meski demikian, LPEM FEB UI menilai posisi cadangan devisa masih berada pada level yang aman karena setara dengan 5,6 bulan impor.
Ke depan, peluang penurunan suku bunga masih terbuka apabila aktivitas ekonomi menunjukkan perlambatan.
Namun, ruang pelonggaran moneter diperkirakan tetap terbatas selama tekanan terhadap nilai tukar rupiah belum sepenuhnya mereda.
>>> DPR Minta Pemerintah Cermati Penurunan Harga Minyak Dunia
Jahen menambahkan bahwa inflasi masih dalam kisaran target BI, mengurangi urgensi kenaikan suku bunga tambahan, tetapi ruang pemotongan suku bunga kemungkinan akan tetap terbatas selama rupiah masih tertekan.