⌂ Beranda News Mengapa Harga BBM di Indonesia Kerap Naik Turun? Ini Faktor Penentunya

Mengapa Harga BBM di Indonesia Kerap Naik Turun? Ini Faktor Penentunya

Mengapa Harga BBM di Indonesia Kerap Naik Turun? Ini Faktor Penentunya
Ilustrasi harga BBM di Indonesia dipengaruhi berbagai faktor
A A Ukuran Teks16px

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia mengatakan, ketika harga minyak dunia turun, harga BBM nonsubsidi pada akhirnya juga akan mengalami penyesuaian ke bawah.

"Nah apakah bisa turun? Pasti.

Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun.

Begitu juga sebaliknya, ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, mau tidak mau, tidak terhindarkan harga BBM non-subsidi harus menyesuaikan dengan harga keekonomiannya," ujar Dwi di Kantor Badan Komunikasi Kepresidenan (Bakom), Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurut Dwi, harga BBM nonsubsidi, baik yang dijual oleh Pertamina maupun SPBU swasta, mengikuti mekanisme pasar.

Dia menegaskan, berapa pun harga minyak mentah dunia, harga BBM nonsubsidi pada akhirnya harus menyesuaikan dengan harga keekonomian.

Meski demikian, penurunan harga minyak dunia tidak serta-merta membuat harga BBM nonsubsidi langsung turun pada saat yang sama.

Hal itu karena harga BBM nonsubsidi tidak menggunakan harga minyak harian atau real time.

Formula yang dipakai mengacu pada rata-rata harga produk BBM di pasar internasional, terutama MOPS, yang dihitung dalam periode tertentu.

Selain itu, terdapat komponen lain yang ikut diperhitungkan, yakni nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, biaya distribusi dan logistik, margin usaha, serta pajak.

Karena itu, ada jeda waktu antara perubahan harga minyak dunia dengan penyesuaian harga BBM di dalam negeri.

Fenomena ini pernah menjadi perhatian ketika harga minyak global mengalami penurunan pada 2025.

Saat itu, Kementerian ESDM mencatat Indonesian Crude Price (ICP) April 2025 turun menjadi 65,29 dollar AS per barel dari 71,11 dollar AS per barrel pada Maret 2025.

Penurunan tersebut sejalan dengan melemahnya harga minyak global akibat perang tarif dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Meski demikian, perubahan harga BBM nonsubsidi tetap harus memperhatikan berbagai komponen lain dalam formula penetapan harga.

Dwi mengungkapkan, pemerintah sebelumnya sempat berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat di tengah gejolak harga energi global.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru