Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menambah pagu anggaran sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) pada tahun 2027.
Permintaan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi 12 DPR RI bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
>>> Cisco Luncurkan Cloud Control untuk Kolaborasi Manusia dan Agen AI
Alokasi anggaran untuk sektor EBT saat ini dinilai masih sangat minim, yaitu hanya sekitar Rp 1,5 triliun.
Angka ini jauh tertinggal dibandingkan anggaran sektor minyak dan gas bumi (migas) yang mencapai Rp 11,4 triliun, serta sektor ketenagalistrikan sebesar Rp 10,3 triliun.
Eddy Soeparno menyatakan bahwa penambahan anggaran tersebut krusial untuk mendukung komitmen transisi energi bersih dan percepatan dekarbonisasi di Indonesia.
Ia berharap Kementerian ESDM dapat menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mengakselerasi transisi energi dan mempercepat dekarbonisasi perekonomian nasional.
>>> Siemens Indonesia Gelar Tech Summit 2026 untuk Percepat Transformasi Digital
Apresiasi Program Ketahanan Energi
Di sisi lain, Eddy Soeparno memberikan apresiasi terhadap tema besar anggaran 2027 yang berfokus pada penguatan ketahanan dan keadilan energi bagi masyarakat.
Program seperti jaringan gas dan listrik desa dianggap sebagai langkah strategis pemerintah.
Ia juga mengapresiasi komitmen Kementerian ESDM untuk membangun jaringan listrik desa dan memberikan bantuan pemasangan listrik gratis bagi masyarakat tidak mampu, demi pemerataan akses energi di seluruh pelosok Nusantara.
>>> Kebakaran Rumah di Maros Tewaskan Anak Empat Tahun, Ayah Panik Saat Nonton Piala Dunia
Rapat kerja tersebut dihadiri langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia beserta jajaran pejabat Eselon I Kementerian ESDM.