>>> The Fed Tahan Suku Bunga Acuan AS demi Jaga Inflasi
Selain itu, digitalisasi pelayanan dan sistem pemungutan pendapatan daerah perlu terus didorong.
Pemanfaatan teknologi informasi akan membantu meningkatkan efisiensi, memperkuat pengawasan, serta meminimalisasi potensi kebocoran pendapatan," tutur Fery Afriyanto.
Reformasi Distribusi BBM Bersubsidi
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, memimpin rapat pengawasan energi. Ia mendesak reformasi sistem pembayaran distribusi BBM bersubsidi agar melibatkan multi-perbankan.
"Saya minta sistem pembayaran dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi tidak dimonopoli oleh satu pihak perbankan saja," kata Hidayat Arsani.
Langkah inklusif ini dinilai krusial untuk mempercepat integrasi sistem pelayanan sekaligus memberikan aspek keadilan bagi seluruh pelaku usaha dan konsumen di daerah.
"Kita harus memiliki sistem yang lebih inklusif dan cepat selesai.
Oleh karena itu, usahakan kerja sama dengan bank-bank lain yang ada di wilayah kita agar tidak timbul kecemburuan sosial di masyarakat," ujar Hidayat Arsani.
Gubernur berharap sinergi ini memberikan dampak nyata pada perbaikan kesejahteraan masyarakat luas.
"Saya berharap hasil dari rapat koordinasi hari ini dapat menghasilkan dampak langsung pada perbaikan kualitas pelayanan publik dan mendukung kesejahteraan masyarakat luas secara adil," katanya.
Menanggapi arahan tersebut, Sales Manager PT Pertamina Patra Niaga Area Bangka Belitung, Satriyo Wibowo Wicaksono, melaporkan bahwa pasokan Biosolar, Pertalite, dan LPG di Babel berada dalam kondisi aman.
Satriyo menjelaskan bahwa klasifikasi konsumen pengguna Pertalite telah diatur ketat berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, yang meliputi sektor transportasi, perikanan, pertanian, pelayanan umum, hingga usaha mikro.
Pertamina mengamankan ketahanan energi melalui dua supply point utama, yaitu Depot Pangkalbalam di Pulau Bangka dan Depot Tanjungpandan di Pulau Belitung.
"Untuk saat ini, stok di depot dan penyaluran BBM dalam kondisi aman serta berjalan lancar.
>>> Prodia Diagnostic Line IPO dengan Harga Rp100-Rp120 per Saham, Lock-up 8 Bulan
Stok ini akan bergerak dinamis seiring dengan jadwal kedatangan kapal suplai yang terus merapat secara konsisten," ujar Satriyo Wibowo Wicaksono.