Pihak pelaku industri pasar modal juga dilibatkan dalam proses ini.
OJK turut mencatat pengakuan MSCI terhadap perbaikan kualitas pasar di Indonesia. Hal itu terlihat dari berkurangnya sejumlah catatan minor pada aspek Foreign Exchange Market Liberalization Level.
Walakin, penilaian untuk aspek tersebut belum mengalami perubahan dari tahun lalu sehingga tetap membutuhkan pembenahan. OJK terus memperkuat koordinasi internal maupun eksternal dengan otoritas terkait.
>>> Polisi Tangkap Remaja Pelaku Duel Sajam Maut di Cilincing
Koordinasi intensif dilakukan bersama Bank Indonesia (BI) untuk mendongkrak kualitas pasar. Langkah sinergis ini mengedepankan mitigasi risiko yang terkelola dengan baik serta selaras dengan kebijakan makroprudensial nasional.
OJK mengonfirmasi sejumlah agenda reformasi telah berjalan dalam beberapa bulan belakangan. Reformasi yang berjalan meliputi peningkatan kualitas data kepemilikan saham dan penguatan keterbukaan informasi.
Otoritas juga mengembangkan kerangka pelaporan beneficial ownership guna meningkatkan pengawasan. OJK juga memperkokoh kapasitas surveillance serta pengawasan perdagangan saham.
Di samping itu, penyempurnaan sejumlah regulasi terus diupayakan untuk mendukung transparansi dan perlindungan maksimal bagi investor.
Hasan memaparkan bahwa pelaku pasar serta penyedia indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell telah memberikan pengakuan atas reformasi ini.
Berbagai pembenahan tersebut kini dijadikan variabel penentu konstituen indeks.
Sesuai dengan rilis resmi pada Mei 2026, penyedia indeks global akan terus mengumpulkan masukan dari klien serta pelaku pasar lokal dan internasional.
Masukan dihimpun dari mutual fund manager, broker, hingga hedge fund.
Proses pengumpulan opini dilakukan untuk memvalidasi efektivitas kebijakan reformasi pasar modal di Indonesia. OJK memandang penguatan transparansi, integritas, dan kualitas informasi merupakan proses yang berkelanjutan.
Oleh sebab itu, hasil tinjauan komprehensif MSCI bakal dijadikan salah satu referensi utama dalam menentukan prioritas program OJK.
Fokus utama diarahkan untuk memupuk kepercayaan investor domestik maupun global.
OJK berkomitmen memperkuat ruang dialog dengan MSCI, FTSE Russell, serta penyedia indeks global lainnya. Komunikasi intensif juga dibangun dengan investor internasional agar komunitas investasi memahami reformasi secara utuh.
Hasan menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional yang solid serta sinergi antar-stakeholder menjadi modal krusial. Kombinasi faktor ini dipercaya mampu mendongkrak daya saing dan kredibilitas pasar modal Indonesia.
"Kami memandang masukan MSCI sebagai bagian dari proses perbaikan yang konstruktif.
>>> Wasit Piala Dunia 2026 Keluarkan 6 Kartu Merah, Lampaui Total Dua Edisi Sebelumnya
Dengan konsistensi reformasi yang sedang berjalan, kami optimistis kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia akan terus menguat ke depan," papar Hasan.