⌂ Beranda News Trump Akui Sepakati Damai dengan Iran demi Cegah Krisis Ekonomi

Trump Akui Sepakati Damai dengan Iran demi Cegah Krisis Ekonomi

Trump Akui Sepakati Damai dengan Iran demi Cegah Krisis Ekonomi
Donald Trump dan perwakilan Iran dalam perundingan damai
A A Ukuran Teks16px

"Jika melihat keseluruhan 14 poin dalam nota kesepahaman tersebut, Teheran berada dalam posisi negosiasi yang kuat ketika kedua pihak mulai membahas isu nuklir," kata Chris Kennedy, pemimpin riset economic statecraft di Bloomberg Economics dan mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS.

Kritik terhadap Konsesi Washington

Banyak pihak menilai kesepakatan transisi ini jauh lebih menguntungkan pihak Iran dibandingkan dengan Amerika Serikat.

Analisis dokumen menunjukkan 10 poin menguntungkan Iran, tiga poin netral, dan hanya satu poin yang menguntungkan Washington.

Amerika Serikat memberikan dispensasi agar Iran bisa segera mengekspor minyak serta peluang penghapusan sanksi selama masa negosiasi.

Teheran juga direncanakan menerima dana pembangunan senilai 300 miliar dollar AS untuk rekonstruksi pascakonflik.

Keuntungan bagi Amerika Serikat hanya berupa pembukaan kembali Selat Hormuz, yang dinilai kurang signifikan oleh pengamat.

"Anda tidak akan menukar program nuklir dengan keringanan sanksi yang sebenarnya sudah Anda terima.

AS masih bisa meningkatkan tekanan militer, tetapi mereka telah menghilangkan pengaruh ekonomi yang justru paling dibutuhkan saat ini," kata Miad Maleki.

Di pihak lain, Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menegaskan bahwa program nuklir Iran sebenarnya telah dilumpuhkan.

"Iran sudah melemah, program nuklir mereka telah dihancurkan, dan ekonominya berada dalam kondisi sulit. Jika mereka mengubah perilakunya, hal-hal besar bisa terjadi bagi Iran dan bagi perang ini.

>>> Empat Momen Penting Diperingati Komunitas Global pada 21 Juni 2026

Jika tidak, itu bukan masalah bagi kami," ujar JD Vance.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru