Dengan menggabungkan banyak citra yang mengikuti gerak orbitnya, objek yang tadinya tenggelam dalam gangguan cahaya akhirnya bisa terlihat," tulis SpaceDaily.
Teknik tersebut diterapkan menggunakan teleskop besar seperti Canada-France-Hawaii Telescope (CFHT) di Hawaii. Teleskop itu berperan penting dalam penemuan ratusan bulan Saturnus.
Meski jumlahnya mencapai ratusan, sebagian besar bulan Saturnus bukanlah objek besar seperti Titan atau Enceladus. Mayoritas merupakan satelit tidak beraturan (irregular moons) dengan diameter hanya sekitar 1-3 kilometer.
Bulan-bulan ini mengorbit sangat jauh dari Saturnus dan diperkirakan merupakan asteroid yang tertangkap gravitasi planet tersebut miliaran tahun lalu.
Para astronom memperkirakan jumlah bulan Saturnus masih akan terus bertambah seiring peningkatan kemampuan teleskop dan teknik pengamatan.
>>> Inggris Vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026, Paredes: Mimpi Jadi Nyata
Artinya, rekor Saturnus sebagai 'raja bulan' di Tata Surya kemungkinan belum akan berhenti di angka 285.
