⌂ Beranda › News › Hujan Mulai Datang, Karhutla Papua Selatan Masih Jadi Ancaman
News

Hujan Mulai Datang, Karhutla Papua Selatan Masih Jadi Ancaman

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan di Papua Selatan
Ancaman Karhutla Papua Selatan bagi Satwa Endemik dan Migran Pexels
A A Ukuran Teks16px

BMKG memprakirakan awal musim hujan di Indonesia berlangsung secara bertahap.

Pada November, awal musim hujan diperkirakan terjadi di 185 Zona Musim (ZOM), atau sekitar 24,66% luas daratan Indonesia.

Pengaruh El Nino sangat kuat dan IOD positif juga membuat peningkatan curah hujan belum merata.

Kewaspadaan terhadap karhutla di Papua Selatan belum bisa diturunkan karena Kabupaten Merauke menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar terhadap kebakaran di provinsi tersebut.

Berdasarkan analisis citra satelit Sentinel-2 dan MODIS, BNPB mencatat Merauke menyumbang 90% titik panas, 96% luas kebakaran, dan 97% area kebakaran yang belum padam di Papua Selatan per 30 Oktober 2026.

Hujan juga membawa risiko baru bagi wilayah yang sebelumnya terbakar.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengingatkan bahwa lahan yang kehilangan tutupan vegetasi akibat kebakaran berpotensi lebih rentan terhadap limpasan air ketika hujan turun.

Karena itu, pemerintah daerah diminta bersiap menghadapi kemungkinan banjir dan tanah longsor.

Penanganan karhutla melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Papua Selatan dilakukan sejak 22 Oktober hingga direncanakan 5 November 2026.

Hingga koordinasi pada 31 Oktober, operasi tersebut telah mencapai 13 sorti penerbangan dengan total bahan semai 13 ton.

Datangnya hujan menjadi perkembangan yang diharapkan, tetapi bukan alasan untuk menghentikan pemantauan.

Selama curah hujan belum merata dan kondisi vegetasi masih kering, patroli serta pencegahan sumber api baru tetap diperlukan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru