⌂ Beranda News Bekantan Betina Melahirkan Bayi Kembar di Pulau Curiak, Fenomena Langka

Bekantan Betina Melahirkan Bayi Kembar di Pulau Curiak, Fenomena Langka

Bekantan Betina Melahirkan Bayi Kembar di Pulau Curiak, Fenomena Langka
Bayi bekantan kembar di Pulau Curiak
A A Ukuran Teks16px

Seekor bekantan betina dari kelompok Alpha melahirkan bayi kembar di Camp Tim Roberts, Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Peristiwa langka ini terjadi pada pertengahan Juni 2026.

>>> PDIP Tanggapi Sorotan Demokrat dan Golkar Soal Posisi Partai Penyeimbang

Kelahiran bayi kembar pada jenis monyet besar bernama ilmiah Nasalis larvatus ini menarik perhatian luas. Akademisi dan pegiat konservasi internasional turut menyoroti fenomena tersebut.

Pasalnya, IUCN menetapkan primata endemik Kalimantan ini dalam kategori terancam punah. Kelahiran kembar menjadi kabar baik bagi upaya pelestarian spesies.

Haru Pegiat Konservasi

Ahli konservasi biologi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr Amalia Rezeki, mengonfirmasi kelahiran ini. Ia mengaku sangat bersyukur dan meneteskan air mata haru.

>>> Joko Widodo Bagikan Sembako pada Hari Ulang Tahun di Solo

"Lebih dari sepuluh tahun saya mendedikasikan diri bagi upaya pelestarian bekantan di kawasan Pulau Curiak, baru kali ini menemukan kelahiran bayi bekantan kembar," kata Amalia dikutip dari Kantor Berita Antara, Minggu (21/6/2026).

Menurut Amalia, penurunan populasi bekantan dipicu oleh perburuan ilegal dan penyusutan habitat. Regulasi ketat diperlukan untuk melindungi spesies diurnal yang pandai berenang ini.

Berdasarkan catatan IPB University, bekantan jantan dewasa berbobot 16-22 kilogram, sedangkan betina 7-12 kilogram.

>>> Aviliani: Kenaikan BI Rate Berpotensi Tekan Permintaan Kredit

Sebaran primata berhidung besar ini meliputi Taman Nasional Gunung Palung di Kalimantan Barat, Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah, dan kawasan Sungai Mahakam di Kalimantan Timur.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru