Bryan Johnson, pengusaha teknologi berusia 48 tahun yang dikenal karena obsesinya memperpanjang hidup, baru saja menerima kabar buruk tentang kesehatannya.
Pekan lalu, CEO Braintree itu mengungkap bahwa ia didiagnosis mengidap penyakit autoimun yang tidak dapat disembuhkan. Penyakit itu membuat lambungnya 'memakan' dirinya sendiri.
>>> Portugal Tersingkir dari Piala Dunia, Martinez Tak Merasa Gagal
Johnson percaya bahwa biohacking bisa membantunya mengatasi cobaan ini. "Saya akan mencoba dan mengatasinya.
Akan saya bagikan semua prosesnya," tulisnya di X.
Penyakit Autoimun yang Tak Terdeteksi
Penyakit yang diderita Johnson adalah gastritis autoimun (AIG), kondisi di mana antibodi sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel lambung.
Penyakit ini sering muncul tanpa gejala dan bisa memicu kanker.
Johnson menghabiskan jutaan dolar untuk kesehatan dengan mempekerjakan dokter pribadi yang terus memantau kondisinya. Ia melakukan intervensi tak lazim seperti menyuntikkan darah putranya dan memantau ereksi.
Namun, kondisi autoimun ini lama tak terdeteksi.
>>> Mizone Ajak Penggemar Nobar Argentina Vs Mesir Bareng Coach Justin
Johnson menyalahkan kebiasaan tidak sehat di masa mudanya, seperti konsumsi gula berlebih dan stres tinggi di usia 20-an yang menyebabkan berat badannya naik.
Ia juga pernah didiagnosis hipotiroidisme saat berusia 21 tahun.
Tanda bahaya mulai muncul ketika tim medisnya menyadari ia mengalami kekurangan zat besi kronis, meski tidak tampak menderita anemia.
Tes kemudian mengonfirmasi diagnosis gastritis autoimun stadium awal.
Diagnosis ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas biohacking Johnson. Ia membela diri dengan mengatakan bahwa kondisi ini sudah mulai muncul lebih dari 20 tahun lalu.
>>> iPhone 17 Pro Max Dikubur dalam Kapsul Waktu, Akan Dibuka Tahun 2276
"Jika saya tidak merawat tubuh dengan baik selama beberapa tahun terakhir, kondisinya pasti akan jauh lebih buruk," tulisnya.
