⌂ Beranda News Pasar Keuangan Beri Sinyal Berbeda saat Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi Kuat

Pasar Keuangan Beri Sinyal Berbeda saat Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi Kuat

Pasar Keuangan Beri Sinyal Berbeda saat Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi Kuat
Ilustrasi grafik pasar keuangan Indonesia yang menunjukkan tekanan
A A Ukuran Teks16px

“Ketika tekanan global terjadi bersamaan dengan munculnya pertanyaan mengenai kebijakan domestik, dampaknya terhadap Indonesia menjadi lebih besar dibandingkan negara lain yang memiliki kondisi fundamental serupa tetapi persepsi risikonya lebih rendah,” kata Hendra.

Dari berbagai isu yang berkembang belakangan—mulai dari outlook rating, kebijakan fiskal, Danantara, hingga perubahan sejumlah regulasi—faktor yang paling memengaruhi persepsi investor adalah tingkat kepastian dan konsistensi kebijakan.

Investor dapat menerima berbagai kebijakan baru selama arah, tujuan, dan tata kelolanya jelas.

Namun, pasar cenderung memberikan respons negatif ketika muncul ketidakjelasan mengenai implikasi fiskal jangka panjang, mekanisme pengelolaan aset negara, potensi konflik kepentingan, maupun perubahan regulasi yang dianggap terlalu cepat atau kurang terkomunikasikan.

>>> Timnas Italia Tekuk Yunani 1-0 Meski Bermain dengan 10 Orang

“Dalam dunia investasi, ketidakpastian sering kali lebih ditakuti dibandingkan berita buruk itu sendiri.

Investor dapat menghitung risiko apabila datanya jelas, tetapi akan cenderung mengurangi eksposur apabila sulit memperkirakan arah kebijakan ke depan,” tukas dia.

Fenomena 'Sell Indonesia'

Fenomena yang belakangan muncul dengan istilah "Sell Indonesia" dianggap sebagai refleksi dari menurunnya tingkat keyakinan sebagian investor terhadap aset Indonesia dalam jangka pendek.

Ini bukan berarti fundamental ekonomi Indonesia runtuh.

Pertumbuhan ekonomi masih relatif positif, sektor perbankan tetap sehat, tingkat utang pemerintah masih lebih rendah dibanding banyak negara lain, dan mayoritas perusahaan terbuka masih mencatatkan laba.

Namun, pasar keuangan bekerja berdasarkan ekspektasi masa depan, bukan hanya kondisi saat ini.

Ketika investor mulai mempertanyakan apakah pertumbuhan ekonomi dapat dipertahankan, apakah fiskal tetap disiplin, dan apakah reformasi ekonomi berjalan konsisten, maka mereka akan menyesuaikan portofolionya terlebih dahulu sambil menunggu kepastian yang lebih kuat.

Langkah Mengembalikan Kepercayaan

Untuk mengembalikan kepercayaan investor, pemerintah perlu fokus pada upaya memperkuat kredibilitas kebijakan ekonomi.

Langkah pertama adalah memastikan disiplin fiskal tetap terjaga sehingga pasar tidak khawatir terhadap meningkatnya risiko utang maupun pelebaran defisit anggaran.

Kedua, memberikan kepastian regulasi dan memperbaiki komunikasi kebijakan agar investor memahami arah pembangunan jangka panjang yang sedang dijalankan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru