Dari jumlah tersebut, 1.617 peserta telah lolos seleksi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu.
"Upaya membuka kesempatan kerja terus kami lakukan melalui kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi.
Bahkan saat ini Jawa Timur telah menjalin kerja sama penempatan tenaga kerja dengan 13 negara tujuan, termasuk membuka peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK," ungkap Khofifah.
Indikator positif lain terlihat dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jawa Timur yang naik 0,53 persen poin menjadi 74,78 persen.
Jumlah penduduk yang bekerja di Jawa Timur kini mencapai 24,25 juta orang, bertambah sekitar 388 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Insentif fiskal yang diberikan pemerintah pusat akan kami optimalkan untuk memperkuat program-program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama peningkatan kualitas SDM, pengembangan kewirausahaan, perluasan kesempatan kerja, dan penguatan ekosistem investasi yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas," tegas Khofifah.
Gubernur Jawa Timur menambahkan bahwa tantangan ketenagakerjaan ke depan akan semakin kompleks, sehingga membutuhkan inovasi dari seluruh pemangku kepentingan.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan ketenagakerjaan.
Kolaborasi dan inovasi harus terus diperkuat agar kesempatan kerja semakin terbuka dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat," kata Khofifah.
Pihak jajaran pemprov mengapresiasi kinerja seluruh elemen masyarakat, pemerintah kabupaten/kota, akademisi, hingga sektor industri yang terlibat dalam penguatan ekosistem kerja regional.
"Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Jawa Timur.
>>> Pemilik Motor Listrik Diimbau Servis Rutin Enam Bulan Sekali
Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari sinergi besar dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang semakin kuat, produktif, dan berdaya saing," pungkas Khofifah.