⌂ Beranda News Semburan Lumpur Lapindo Lumpuhkan Perekonomian di Kecamatan Porong

Semburan Lumpur Lapindo Lumpuhkan Perekonomian di Kecamatan Porong

Semburan Lumpur Lapindo Lumpuhkan Perekonomian di Kecamatan Porong
Kawasan Porong yang sepi akibat lumpur Lapindo
A A Ukuran Teks16px

Sekarang rata-rata cuma di bawah Rp50 ribu, bahkan sering tidak dapat sama sekali," kata Ula.

Kunjungan wisatawan yang tidak menentu membuat Ula kadang hanya mengantar satu tamu dalam sepekan. Banyak pengunjung memilih masuk ke lokasi semburan secara mandiri tanpa menggunakan jasa pemandu.

"Bahkan sekarang banyak pengunjung turun sendiri secara gratis, jadi kami tidak dapat penghasilan," ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, Ula kini mencari pendapatan alternatif di luar area wisata. "Kadang harus cari tambahan jadi tukang ojek supaya kebutuhan rumah tangga tetap jalan," tambahnya.

Mustofa, pemandu wisata lainnya, membenarkan penurunan pendapatan. Situasi semakin parah sejak pandemi COVID-19 dan belum membaik hingga kini.

"Memang benar penghasilan teman-teman pemandu wisata dan tukang ojek turun drastis. Tidak seperti masa awal lumpur dulu yang sangat ramai," kata Mustofa.

Pada hari kerja, para penyedia jasa sering pulang tanpa membawa uang. Harapan bertumpu pada akhir pekan, meskipun jumlah kedatangan wisatawan tidak menentu.

"Hari biasa sering tidak dapat apa-apa. Kalau Sabtu atau hari libur kadang agak ramai, tapi tetap tidak menentu," jelasnya.

Kehadiran rombongan pelancong dari luar kota seperti Surabaya tidak serta-merta menjadi solusi.

>>> Timnas Indonesia Hadapi Mozambik di GBK, Debutan Matthew Baker Jadi Sorotan

"Kalau ada rombongan memang pengunjung bertambah, tapi belum tentu mereka mau naik ojek atau pakai jasa pemandu," ujarnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru