⌂ Beranda News Pria di Kampar Rekayasa Laporan Perampokan Akibat Kalah Judi Online

Pria di Kampar Rekayasa Laporan Perampokan Akibat Kalah Judi Online

Pria di Kampar Rekayasa Laporan Perampokan Akibat Kalah Judi Online
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah yang dilaporkan dirampok
A A Ukuran Teks16px

Seorang pria berinisial Ilham (30) di Kabupaten Kampar, Riau, nekat membuat laporan palsu ke polisi dengan berpura-pura menjadi korban perampokan.

Ia kehilangan uang puluhan juta rupiah akibat judi online.

>>> John Herdman Puji Perjuangan Timnas U19 Indonesia Lolos Dramatis ke Semifinal Piala AFF U19

Kasus ini terungkap setelah jajaran Unit Reskrim Polsek XIII Koto Kampar menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses rekonstruksi di tempat kejadian perkara.

Ilham mendatangi Polsek XIII Koto Kampar pada Jumat (5/6) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kepada petugas, ia mengklaim bahwa rumahnya di Jalan Lintas Dusun IV, Desa Bandur Picak, Kecamatan Koto Kampar Hulu, telah disatroni kawanan perampok pada siang hari.

"Dalam laporannya tersebut, yang bersangkutan mengaku telah mengalami pencurian dengan kekerasan, disekap, dan diikat," kata Kapolres Kampar AKBP Boby Ramadhan Putra Sebayang, Senin (8/6/2026).

Menanggapi laporan tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa kondisi fisik pelapor.

Kecurigaan petugas mulai muncul setelah tim penyidik melakukan rekonstruksi ulang pada Sabtu (6/6).

"Saat itulah yang bersangkutan mengakui bahwa perampokan itu tidak ada dan hanya rekayasanya semata," kata Boby Ramadhan Putra Sebayang.

Kejanggalan Terungkap

Petugas merasa ada yang tidak beres karena penjelasan dari pelaku terkesan tidak masuk akal. "Pengakuan dia kan matanya ditutup, diikat kaki dan tangannya serta disekap.

Dia kan menjelaskan matanya ditutup, tapi dia tahu berapa orang pelakunya, di situ kejanggalan pertamanya," jelas Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP I Gede Yoga Eka Pranata.

Kecurigaan polisi semakin diperkuat ketika Ilham menunjukkan gelagat defensif saat proses interogasi lanjutan.

>>> Persis Solo Siapkan Strategi Intensif Cegah Eksodus Pemain Setelah Degradasi

Pelaku menolak memberikan akses kepada penyidik yang ingin memeriksa riwayat komunikasi di dalam telepon genggam miliknya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM