Ia merujuk pada aturan baru MotoGP yang melarang pebalap menyalakan kembali motor di lintasan setelah terjatuh.
"Sejujurnya, dengan kondisi jari saya saat ini, saya tidak akan mengambil risiko mempertahankan tangan tetap berada di motor saat terjatuh.
Saya tidak peduli. Kalau saya jatuh, saya akan mengambil motor dan mencoba kembali ke lintasan.
Tapi menurut saya jari saya jauh lebih penting."
Meski belum fit 100 persen, performa Di Giannantonio tetap cukup kompetitif.
Ia finis kelima di MotoGP Italia di Mugello, lalu menempati posisi ke-12 di MotoGP Hungaria setelah terlibat insiden pada tikungan pertama yang dipicu kecelakaan Jorge Martin.
Setelah delapan seri pertama MotoGP 2026, Di Giannantonio juga masih menjadi pebalap Ducati dengan posisi terbaik di klasemen sementara.
>>> PT DKI Jakarta Perkuat Hukuman Ariyanto Bakri 16 Tahun Penjara
Kondisi tersebut membuat VR46 berharap proses pemulihan berjalan lancar agar sang pebalap bisa kembali tampil maksimal mulai MotoGP Republik Ceko pekan depan.