>>> Harga Pertamax Naik Per 10 Juni 2026, Mendekati Rp4.000 per Liter
Karena itu, keterlibatan ayah dan ibu secara bersama-sama dalam pengasuhan menjadi sangat penting," jelasnya.
Dukungan Emosional dan Kesejahteraan Ibu
Festival Keluarga Malole tidak hanya fokus pada peran ayah, melainkan juga menyoroti urgensi kesejahteraan para ibu yang kerap menghadapi beban ganda di rumah tangga dan sektor ekonomi.
Dukungan emosional yang diterima oleh anggota keluarga, khususnya ibu, menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kesejahteraan keluarga selain faktor kecukupan ekonomi serta pangan bergizi.
"Setiap anak di Rote Ndao berhak tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia.
Ketika ayah lebih hadir dalam pengasuhan, ketika ibu merasa didukung dan dihargai, dan ketika keluarga memiliki akses terhadap pangan bergizi, maka kita sedang membangun fondasi yang kuat bagi masa depan generasi Rote Ndao," kata Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.
H.
Upaya intervensi ini diperkuat melalui integrasi kelas pengasuhan dengan Kintal Gizi, yang merupakan sebutan lokal untuk kebun gizi di pekarangan rumah masyarakat.
Melalui kelas tersebut, orang tua diberikan edukasi mengenai kesehatan keluarga, pola konsumsi pangan, hingga pentingnya kehadiran ayah.
Sementara itu, Kintal Gizi difungsikan sebagai penyedia bahan makanan sehat lewat kelas memasak.
Saat ini, skema Kintal Gizi telah diimplementasikan di 612 desa di Kabupaten Rote Ndao untuk menghubungkan aspek perubahan perilaku dengan akses pangan sehat.
"Dari keluarga yang saat ini sudah menerapkan kintal gizi, kami menargetkan 50 persen keluarga dampingan dapat meningkatkan jumlah tanaman yang bergizi tinggi dan meningkatkan jumlah rumah tangga baru yang menerapkan kintal gizi sebesar 20 persen," ujar Dinnia.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berkomitmen mengalokasikan anggaran tahun 2027 untuk mereplikasi 1.200 Kintal Gizi di seluruh wilayahnya dengan mengadopsi model yang dikembangkan ARUNGI.
>>> Fabio Di Giannantonio Jalani Operasi Jari di Roma Usai Balapan
Langkah ini krusial mengingat prevalensi stunting di Kabupaten Rote Ndao mencapai 32,4 persen berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, sedangkan angka stunting di Provinsi NTT menyentuh 37 persen.