Dari sisi suplai, komoditas didominasi oleh 33 produsen cabai, 28 produsen beras, 25 produsen jagung, 20 produsen bawang merah, 4 produsen telur ayam, dan 2 produsen minyak goreng.
"Mudah-mudahan dari pertemuan antara produsen and offtaker ini dicapai transaksi ataupun komitmen untuk melakukan kerjasama perdagangan.
Untuk mendukung itu kami juga buatkan database-nya supaya koordinasi dengan TPID bisa lebih optimal," jelas M Nur Nugroho.
Secara pemetaan wilayah, Kabupaten Klaten dan Kota Semarang mencatatkan potensi kebutuhan kerja sama tertinggi dari sisi offtaker dengan total masing-masing 11 potensi.
Sementara Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Kendal, dan Wonosobo masing-masing mengantongi 7 potensi kerja sama.
Dari sektor hulu atau produsen, wilayah Kabupaten Demak dan Grobogan memimpin dengan masing-masing 9 potensi kerja sama, diikuti oleh Kabupaten Batang dan Brebes yang masing-masing mencatatkan 7 potensi kerja sama.
Kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan kesepakatan dagang konkret.
Termasuk kerja sama komoditas beras antara BUMP PT Kalingga Makmur Sejahtera Kabupaten Jepara dengan Gapoktan Karya Manunggal Kabupaten Rembang.
>>> Presiden Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Pesisir Barat
Selain itu, terdapat pula kerja sama antardaerah wilayah Banyumas Raya untuk komoditas cabai, beras, jagung, bawang merah, dan minyak goreng.