"Tidak boleh ada diskriminasi dalam olahraga. Semua orang harus diperlakukan setara dan mudah-mudahan masalah ini segera terselesaikan," katanya.
Selain masalah ofisial, sanksi ekonomi juga berdampak pada pendukung Iran yang kesulitan membeli tiket resmi pertandingan, sehingga memicu intervensi langsung dari organisasi sepak bola dunia.
>>> 22 Negara Desak Iran Hentikan Aksi Intimidasi dan Pembunuhan Global
"FIFA bekerja sama erat dengan Federasi Sepak Bola IR Iran untuk mengidentifikasi solusi yang sesuai yang memaksimalkan peluang bagi pendukung Iran untuk menghadiri pertandingan," kata FIFA dalam sebuah pernyataan.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa izin bagi para atlet inti telah diberikan, namun proses pemeriksaan dokumen tetap berjalan secara ketat.
"Visa yang diperlukan Iran untuk berkompetisi di Piala Dunia, termasuk untuk atlet dan staf pendukung yang diperlukan, telah dikeluarkan," jelas Departemen Luar Negeri AS.
Pemerintah tuan rumah menegaskan tidak akan melonggarkan pengawasan demi mencegah adanya penyalahgunaan izin masuk ke dalam negeri.
"Kami tidak akan membiarkan tim Iran menyalahgunakan sistem ini untuk menyelundupkan teroris ke Amerika Serikat dengan dalih palsu."
Kementerian memilih untuk menjaga kerahasiaan data pemohon dan tidak membuka informasi spesifik mengenai kasus perorangan ke publik.
"Karena kerahasiaan catatan visa, kami tidak dapat memberikan komentar mengenai tindakan Departemen terkait kasus-kasus tertentu."
Otoritas luar negeri menjelaskan alur proses hukum yang mana keputusan akhir berada di tangan badan keamanan perbatasan.
"Departemen Luar Negeri mengadili permohonan visa yang memungkinkan warga negara asing untuk melakukan perjalanan ke pelabuhan masuk AS untuk meminta izin masuk dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS)."
Evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan setiap individu asing tetap menjadi hak prerogatif mutlak dari petugas keamanan di lapangan.
"CBP membuat keputusan tentang kelayakan warga negara asing untuk memasuki Amerika Serikat."
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa pemeriksaan intensif ini berfokus pada latar belakang anggota delegasi di luar bidang olahraga.
"Kami tidak memiliki masalah dengan para atlet, seperti yang telah kami nyatakan sebelumnya, atau staf pendukung mereka," terang Marco Rubio.
Pemerintah AS menggarisbawahi fokus pengawasan mereka tertuju pada individu yang terindikasi memiliki afiliasi dengan organisasi terlarang.
"Tetapi yang tidak akan kami izinkan adalah mereka memasukkan sejumlah orang dalam delegasi mereka yang kami tahu tidak ada hubungannya dengan atletik dan memiliki hubungan dengan IRGC atau hal-hal semacam itu."
Prosedur pemantauan ketat ini dipastikan akan terus berjalan sepanjang masa persiapan menuju pertandingan penyisihan grup.
>>> Harga Pertamax Naik, Keluhan Muncul dan Potensi Migrasi ke Pertalite
"Jadi kami akan mengamati hal itu dengan sangat cermat, dan kami akan terus mengamati hal itu dengan sangat cermat," tegas Marco Rubio.