Zulkifli Hasan menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah mengalihkan sasaran dari sekolah yang tidak terlalu memerlukan program ini ke wilayah pedalaman.
"Misalnya sekolah-sekolah yang bagus ini akan dilakukan dalam satu bulan ini, sekolah-sekolah yang elit ya memang enggak memerlukan makan bergizi, tentu nanti akan dilihat ya," ujar Zulkifli Hasan.
Pemerintah berupaya keras agar wilayah terpencil segera mendapatkan akses bantuan pemenuhan gizi.
"Nah ini akan ditata lebih lanjut karena kita akan focus kepada yang terlambat ini, sangat terlambat, (yaitu daerah) 3T," ujar Zulkifli Hasan.
Strategi Efisiensi Anggaran
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang memaparkan strategi pemanfaatan fasilitas eksisting seperti kantin sekolah sebagai dapur program di wilayah tertinggal.
Langkah ini dilakukan tanpa harus membangun gedung baru.
"Nanti kita fokus ke 3T. Fokus 3T sama 3B," ujar Nanik.
BGN kini menyiapkan sejumlah alternatif pembiayaan pembangunan dapur selain mengandalkan APBN. Sumber dana alternatif meliputi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan hibah yayasan.
"Misalnya ada CSR BUMN, ada hibah dari negara lain. Itu banyak loh hibah-hibah ini.
>>> Nova Arianto Siapkan Mathew Baker Hadapi Australia di Semifinal
Bahkan, sekarang sudah ada juga beberapa yayasan yang menerima hibah untuk membangun dapur," ujar Nanik dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6).
Langkah alternatif ini diambil untuk menekan beban anggaran negara setelah total alokasi dana program mengalami pemangkasan menjadi Rp268 triliun.
"Jadi ada beberapa alternatif. Intinya untuk mengurangi beban anggaran APBN.
Dulu kan full 100 persen dibiayai oleh APBN," ujar Nanik.
Pendekatan di wilayah terpencil disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat yang relatif sedikit di setiap lokasi. "Kita juga tidak harus membangun dapur baru.
Itu prinsipnya.
Kita bisa menggunakan dapur-dapur misalnya kantin sekolah karena (daerah) 3T ini cuma ada yang 200, ada 81, ada 47 orang di wilayah-wilayah itu," ujar Nanik.
Nanik menjamin proses penghematan anggaran lewat empat langkah utama tidak akan mengurangi total sasaran penerima manfaat. "Enggak mungkin kita membangun dapur-dapur baru.