⌂ Beranda News Pemerintah Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis Guna Atasi Pemborosan

Pemerintah Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis Guna Atasi Pemborosan

Pemerintah Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis Guna Atasi Pemborosan
Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis di Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Jadi yang sudah ada, eksisting, enggak tahu dapurnya siapa, mungkin ada dapur umum. Intinya tidak harus membangun dapur baru," jelasnya.

BGN juga akan bersikap tegas dengan menghentikan sementara operasional dapur yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan. "Artinya bila dapur itu tidak sesuai tentu kami akan melakukan suspend," ujarnya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa perbaikan tata kelola ini dibagi dalam beberapa klaster permasalahan. Sementara bagian yang sudah sesuai prosedur tetap berjalan.

"Ada satu komponen yang menurut kami juga bagus untuk kita segera prioritaskan juga di daerah yang 3T untuk bisa secepatnya saudara-saudara kita mendapatkan manfaat dari program makan bergizi gratis ini," ujar Prasetyo.

Prasetyo Hadi juga melaporkan kenaikan signifikan jumlah penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam dua pekan terakhir.

"Termasuk juga ada peningkatan yang signifikan dalam dua minggu ini berkenaan dengan penerima manfaat untuk istilahnya 3B ya, untuk ibu hamil, kemudian ibu yang menyusui, dan balita," ujar Prasetyo.

Pemerintah memetakan masalah tata kelola agar seluruh kendala di lapangan bisa dibenahi tanpa mengganggu program yang sedang berjalan.

"Because memang kan sebetulnya ada klaster-klasternya, ada klaster permasalahan.

Jadi yang sebagian besar kan berjalan sesuai dengan mekanisme dan SOP yang sudah ditetapkan, jadi itu jalan terus.

Nah, ada klaster-klaster yang memang harus kami tata ulang, kami benahi," ujar Prasetyo.

Evaluasi berkala terus diterapkan untuk memastikan kualitas asupan gizi yang dibagikan kepada masyarakat tetap terjaga.

Target waktu satu bulan sengaja dipasang demi memacu penguatan sistem pelaksanaan program prioritas ini secara optimal.

"Kami target awal satu bulan ini harus sudah selesai. Tapi tentunya kan semua ada dinamikanya.

Makanya tentu kami tekankan adalah yang sudah berjalan tetap berjalan, tidak boleh ada gangguan. Dan di situ pun juga catatan-catatan perbaikan itu terus tetap harus dilakukan.

>>> DPRD DKI Dorong Warga Pilah Sampah Mandiri dari Rumah

Yang sudah baik pun juga harus ada pengawasan supaya kualitasnya bisa terjaga," jelasnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru