⌂ Beranda News Aturan Visa AS Ancam Ribuan Suporter Piala Dunia 2026

Aturan Visa AS Ancam Ribuan Suporter Piala Dunia 2026

Aturan Visa AS Ancam Ribuan Suporter Piala Dunia 2026
Suporter sepak bola menyaksikan pertandingan
A A Ukuran Teks16px

Ribuan suporter dari berbagai negara peserta Piala Dunia 2026 diprediksi terancam gagal menyaksikan pertandingan secara langsung di Amerika Serikat (AS).

Kebijakan visa yang ketat menjadi kendala utama bagi para pendukung tersebut.

>>> SpaceX Resmi IPO di Nasdaq, Catat Rekor Penawaran Terbesar

Analisis BBC World Service menunjukkan bahwa lebih dari seperempat negara peserta menghadapi pembatasan perjalanan dengan aturan visa yang lebih ketat, bahkan tingkat penolakan permohonan yang tinggi.

Masalah ini dialami oleh suporter asal Irak, Abdulla Adnan, yang harus mengubur mimpinya menyaksikan timnasnya berlaga setelah kesulitan memperoleh visa.

Ia telah membeli tiket pertandingan namun permohonan visanya ditolak.

Adnan sempat mencoba mengurus visa di Yordania, namun permohonannya ditolak karena ia bukan warga negara setempat.

Ia pun menyerah setelah menghabiskan biaya sekitar USD 1.800 atau Rp 32 juta untuk tiket dan perjalanan.

Kebijakan pembatasan ini juga berdampak pada pendukung dari negara lain seperti Iran, Haiti, Senegal, dan Pantai Gading.

Komite Nasional Pendukung Timnas Pantai Gading menganggap aturan ini tidak adil dan merupakan bentuk segregasi.

>>> Ibas: Indonesia Harus Jadi Pemain Utama Transformasi Digital Global

Organisasi tersebut akhirnya memutuskan untuk membatalkan pengiriman rombongan suporter ke AS.

Mereka berpendapat negara yang enggan menerima kehadiran pendukung tim peserta semestinya tidak diberikan hak menjadi tuan rumah turnamen.

Berdasarkan data Departemen Luar Negeri AS, angka penolakan visa untuk warga dari 11 negara kontestan Piala Dunia mencapai lebih dari 40 persen.

Negara-negara yang terdampak di antaranya adalah Aljazair, Senegal, Ghana, Iran, Yordania, dan Republik Demokratik Kongo.

Pakar hukum imigrasi, Celine Atallah, menjelaskan bahwa sistem FIFA Pass memang disediakan untuk mempercepat jadwal wawancara bagi pemilik tiket.

Namun, fasilitas tersebut tidak menjamin persetujuan permohonan visa.

Ketua Asosiasi Suporter Yordania, Abu Kass, mengungkapkan kekecewaannya karena banyak permohonan visa yang ditolak meskipun telah menyertakan puluhan dokumen pendukung.

>>> Bae Sin-yeong Resmi Tinggalkan Persita Tangerang Setelah 5 Musim

Menanggapi gelombang protes, Departemen Luar Negeri AS menyatakan komitmen untuk menyambut pengunjung internasional, namun menegaskan proses pemeriksaan visa tetap berjalan ketat demi keamanan nasional.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru