⌂ Beranda News Rupiah Tembus Rp 18.000, Frasa 'Sell Indonesia' Mulai Bermunculan

Rupiah Tembus Rp 18.000, Frasa 'Sell Indonesia' Mulai Bermunculan

Rupiah Tembus Rp 18.000, Frasa 'Sell Indonesia' Mulai Bermunculan
Grafik IHSG anjlok
A A Ukuran Teks16px

Mereka tidak menggelar konferensi pers untuk memarahi analis asing. Mereka mengeluarkan Rp 4 triliun, dan pasar mengerti bahasa semacam itu jauh lebih cepat daripada bahasa pidato.

Keempat, rawat kekuatan domestik yang selama ini menopang kita.

Pasar dalam negeri yang besar adalah alasan utama modal asing dulu datang, dan alasan yang sama yang akan membuat mereka kembali.

Negara yang ekonomi domestiknya sehat tidak perlu mengemis kepercayaan, ia tinggal menunggu kepercayaan itu pulang.

Reformasi semacam ini memang tidak akan jadi berita utama. Ia sunyi, teknis, dan jarang dipuji.

Ironinya, justru pekerjaan sunyi seperti inilah yang menentukan apakah modal kembali dalam hitungan bulan atau hitungan tahun.

Pada akhirnya, kalimat "Indonesia is not for sale" itu benar adanya. Negeri ini tidak dijual, tanahnya tidak berpindah tangan, kedaulatannya utuh.

Yang sedang ditawar murah adalah kepercayaan terhadap pengelolanya, dan itu perkara yang sepenuhnya bisa kita perbaiki sendiri.

Jadi tidak perlu marah kepada mereka yang menulis "Sell Indonesia". Cukup buat mereka salah, dengan kebijakan yang konsisten dan lembaga yang dibiarkan bekerja.

>>> Debut Bersejarah Tanjung Verde: Hadapi Spanyol di Laga Perdana Grup H Piala Dunia 2026

Sebab bantahan paling meyakinkan terhadap laporan riset bukanlah konferensi pers, melainkan angka kuartal berikutnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru