⌂ Beranda News India dan Jerman Sepakat Bangun Kapal Selam Type 214 Senilai Rp144 Triliun

India dan Jerman Sepakat Bangun Kapal Selam Type 214 Senilai Rp144 Triliun

India dan Jerman Sepakat Bangun Kapal Selam Type 214 Senilai Rp144 Triliun
Kapal selam Type 214 buatan Jerman yang akan diproduksi di India
A A Ukuran Teks16px

"Kapal selam berkembang menjadi salah satu kapabilitas paling krusial dalam kekuatan maritim di Indo-Pasifik," kata Sidharth Kaushal, Senior Research Fellow untuk kekuatan laut di Royal United Services Institute di London.

Salah satu alasannya, menurut Sidharth Kaushal, adalah karena permukaan laut di kawasan tersebut saat ini semakin menjadi ruang yang sangat diperebutkan dan bahkan ditolak aksesnya.

Kapal selam diesel-listrik lawas wajib muncul ke permukaan secara periodik untuk menyuplai udara bagi mesin, situasi yang membuatnya rentan terdeteksi.

"Yang memungkinkan AIP dilakukan oleh kapal selam adalah tetap berada di bawah air dalam periode yang lebih lama tanpa perlu melakukan snorkel seperti kapal selam konvensional tradisional," kata Sidharth Kaushal.

Varian Type 214 buatan Jerman memanfaatkan sel bahan bakar yang mencampurkan hidrogen dan oksigen guna menghasilkan pasokan listrik.

Sistem mekanis ini memproduksi tenaga secara senyap tanpa menghasilkan emisi gas buang, sehingga kapal sanggup mengisolasi diri di bawah air hingga berminggu-minggu.

"Teknologi ini memberinya beberapa karakteristik kapal selam nuklir, namun pada saat yang sama tetap mempertahankan keunggulan sistem bertenaga konvensional," kata Sidharth Kaushal.

Selain memiliki dimensi yang lebih ringkas dan ekonomis daripada varian nuklir, kapal selam jenis ini sangat senyap sehingga efektif beroperasi di laut dangkal.

Kemampuan manuver ini terbukti dalam simulasi perang tahun 2005 yang dipimpin Amerika Serikat, ketika kapal selam AIP kecil Swedia sukses menembus sistem pertahanan berlapis kapal induk Amerika Serikat sebanyak dua kali.

"Untuk saat ini, India memiliki armada kapal selam yang relatif kecil, yang sebagian besar berasal dari era Soviet.

Jadi kapal-kapal ini sudah cukup tua," kata Shairee Malhotra.

"Yang benar-benar dicari India adalah memodernisasi kapabilitas angkatan laut tersebut," ujar Shairee Malhotra.

>>> Presiden Jerman dan Prabowo Bahas Krisis Global di Istana Merdeka

Pengaruh Polarisasi China dan Pakistan

Modernisasi kekuatan maritim New Delhi dipicu oleh rivalitas panas dengan dua tetangga bersenjata nuklir, yaitu China dan Pakistan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru