⌂ Beranda News India dan Jerman Sepakat Bangun Kapal Selam Type 214 Senilai Rp144 Triliun

India dan Jerman Sepakat Bangun Kapal Selam Type 214 Senilai Rp144 Triliun

India dan Jerman Sepakat Bangun Kapal Selam Type 214 Senilai Rp144 Triliun
Kapal selam Type 214 buatan Jerman yang akan diproduksi di India
A A Ukuran Teks16px

Buktinya pada Maret 2026, India meneken kontrak baru senilai 238,5 juta dolar AS atau Rp4,3 triliun dengan Rusia untuk pasokan rudal pertahanan udara Shtil-1 bagi armada laut mereka.

"Platform Rusia tetap penting karena lebih terjangkau. Selain itu, ada lebih sedikit syarat yang melekat, terutama terkait transfer teknologi," kata Shairee Malhotra.

Komitmen Transfer Teknologi di Mumbai

Proyek kerja sama ini nantinya dipusatkan di Mumbai, di mana kapal selam Type 214 akan dirakit langsung oleh teknisi domestik India di bawah bimbingan para ahli asal Jerman.

"Teknologi kapal selam secara tradisional merupakan ranah yang dijaga sangat ketat," kata Shairee Malhotra.

Menurut Shairee Malhotra, target utama India adalah mematangkan keahlian industri lokal agar mampu mandiri di sektor pertahanan dan melepaskan ketergantungan dari produsen asing.

Kendati demikian, detail kesepakatan terkait porsi transfer teknologi sensitif diprediksi masih berjalan alot karena Jerman dipastikan tetap melindungi hak kekayaan intelektual mereka.

"Rincian mengenai hal ini akan sangat menentukan dalam hal teknologi mana yang ditransfer dan kapabilitas mana yang akan datang langsung dari Jerman," kata Sidharth Kaushal.

"Transfer teknologi selalu menciptakan saling ketergantungan: industri, politik, dan strategis," kata Nina Haase.

Menurut Nina Haase, skema kemitraan semacam ini akan mengunci komitmen strategis kedua negara dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Kontrak alutsista ini membawa keuntungan timbal balik bagi kedua belah pihak di tengah meningkatnya tensi persenjataan bawah laut.

>>> Kiper Tanjung Verde Vozinha Tampil Gemilang Tahan Serangan Spanyol

Namun, tradisi politik luar negeri India yang non-blok menegaskan bahwa hubungan komersial ini tidak otomatis menjadikan New Delhi sebagai sekutu eksklusif bagi Jerman, Uni Eropa, maupun blok NATO.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru