Pendampingan Pro Bono Berakhir
Elza menegaskan bahwa seluruh pendampingan hukum yang ia berikan sejak awal bersifat pro bono tanpa menerima imbalan finansial.
“Ya betul, tidak pernah terima uang sepeser pun, tidak pernah minta juga dan tidak ada permintaan uang sama sekali, saya ikhlas untuk membuka kasus ini terang-benderang,” katanya.
Keterlibatan Elza bermula saat Sony mendadak meminta bantuan melalui utusannya ketika hendak dijemput penyidik Kejaksaan Agung di Hotel The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada Rabu, 3 Juni 2026.
“Sony menyuruh orang dekatnya, Yusuf Maulana, untuk menghubungi Elza Syarief,” ujarnya.
>>> Barcelona Incar Rayan Cherki dari Manchester City
Saat itu, Elza berada di kantornya yang berjarak sekitar 30 menit dari lokasi penjemputan dan mengaku tidak mengenal mantan pejabat tersebut sebelumnya.
“Saya nggak ngerti kenapa (Sony Sonjaya meminta anak buahnya) menghubungi saya. Saya nggak kenal (Sony),” katanya.
Setelah penandatanganan surat kuasa di Kejaksaan Agung, Elza mulai merasakan sulitnya menggali informasi utuh terkait kasus ini.
“Saya nggak tahu (yang mempersulit). Bisa dari teman saya, bisa dengan Kejaksaan.
Tapi kalau saya ungkapkan (yang mempersulit) tidak ngaku. Tapi saya yang merasa sulit,” ujarnya.
Elza menilai kebohongan Sony mengenai komitmen awal untuk bersumpah bersih menjadi titik balik yang mengakhiri hubungan hukum pembelaan perkara tersebut.
“Saya merasa dibohongi. Sony bersumpah bersih, tapi ternyata ada informasi bahwa dia menerima uang secara rutin dari Asep,” ujarnya.
Ketidakjujuran ini dinilai menyulitkan penyusunan pembelaan objektif yang seharusnya bersandar pada fakta riil di lapangan.
“Pak Sony tidak jujur.
Sebelum bersumpah, seolah-olah bersih, tapi saya mendapat informasi dari beberapa orang, terutama Asep, bahwa beliau menerima uang dari Asep secara rutin,” katanya.
Elza menekankan bahwa keterbukaan informasi merupakan syarat mutlak dalam mendampingi perkara korupsi, sementara pembatasan akses membuatnya memilih mundur.
“Saya dipersulit untuk ketemu Pak SS untuk tahu cerita detail,” ujarnya.
Pengunduran diri ini telah resmi memutus hubungan hukum penanganan perkara tata kelola program pemenuhan gizi tersebut sejak pertengahan bulan.
“Saya mundur ter tanggal 15 Juni,” ucap Elza.
>>> Inggris Hadapi Kroasia di Piala Dunia 2026 di Tengah Sorotan Kontrak Tuchel
Saat ini, proses penyidikan dan penelusuran aliran dana terhadap lima tersangka masih terus dilanjutkan oleh tim penyidik Kejaksaan Agung bersama Komisi Pemberantasan Korupsi.