⌂ Beranda News IEA: Krisis Selat Hormuz Ungkap Kerentanan Energi Asia Tenggara

IEA: Krisis Selat Hormuz Ungkap Kerentanan Energi Asia Tenggara

IEA: Krisis Selat Hormuz Ungkap Kerentanan Energi Asia Tenggara
Kapal tanker melintas di Selat Hormuz
A A Ukuran Teks16px

Peningkatan ini didorong pertumbuhan penduduk, ekonomi, serta berkembangnya industri ringan.

Selain itu, kebutuhan pendingin ruangan (AC) rumah tangga di Asia Tenggara diperkirakan meningkat tiga kali lipat pada 2035.

Permintaan listrik juga didorong oleh tren kendaraan listrik.

Saat ini, satu dari lima mobil yang dijual di Asia Tenggara merupakan kendaraan listrik yang didukung kebijakan tambahan selama krisis energi.

Di tengah lonjakan kebutuhan, IEA menilai efisiensi energi menjadi solusi efektif meningkatkan ketahanan. Kebijakan efisiensi membantu kawasan menghadapi krisis saat ini dan memperkuat sistem energi jangka panjang.

IEA juga menekankan pentingnya respons regional yang terkoordinasi. Kerja sama tersebut dinilai memberikan manfaat besar di sektor ketenagalistrikan, keamanan pasokan minyak, dan strategi industri.

Salah satu proyek yang disoroti adalah ASEAN Power Grid yang menghubungkan jaringan listrik regional. Proyek ini berpotensi memberikan penghematan biaya sekaligus meningkatkan keamanan pasokan listrik di kawasan.

Pada sektor minyak dan industri, dialog intensif antarnegara dapat membantu pemanfaatan keunggulan domestik.

>>> Kementerian ESDM Pastikan Impor Minyak dari Rusia Tetap Berjalan

Penguatan ketahanan energi, diversifikasi pasokan, efisiensi, dan kerja sama regional akan menentukan arah sektor energi Asia Tenggara.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru