"Tapi mengorganisir, mendekati, supaya orang demo, apalagi mahasiswa nggak bisa diperintah, ya, itu di luar jangkauan kami semua," ujar Said.
Guntur Romli: Tuduhan Itu Fitnah dan Sesat Pikir
Politikus PDIP Guntur Romli menilai tuduhan keterlibatan partainya dalam aksi menolak program makan gratis merupakan pembentukan opini yang dipaksakan.
"Kami memandang perlu untuk meluruskan distorsi informasi dan penyesatan opini yang secara sengaja dibangun melalui metode 'cocokologi' yang sangat dipaksakan.
Tuduhan yang mengaitkan aksi-aksi mahasiswa menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan PDI Perjuangan adalah fitnah yang tidak berdasar, absurd, dan mencederai integritas gerakan moral mahasiswa," ujar Guntur.
Guntur menguraikan kesalahan berpikir dalam menghubungkan status kepemilikan aset privat dengan kesimpulan politik organisasi partai.
"Menghubungkan kepemilikan sebuah kendaraan (mobil Fortuner) milik seorang warga sipil (Siti Nuraeni), lalu ditarik ke hubungan persaudaraan (Setyo Sularso), kemudian ditarik lagi ke hubungan besan (Andika Perkasa), untuk kemudian melompat pada kesimpulan bahwa PDI Perjuangan berada di balik aksi mahasiswa, adalah sesat pikir yang nyata," tambahnya.
Ia meluruskan bahwa kehadiran kader dalam diskusi merupakan hak personal dan menolak klaim yang merendahkan integritas mahasiswa.
"Adapun kehadiran tokoh atau kader di ruang publik atau forum dialog adalah hak konstitusional warga negara yang tidak serta-merta bisa diklaim sebagai bentuk mobilisasi partai politik terhadap gerakan mahasiswa," ucap Guntur.
Guntur menyatakan tuduhan bahwa aksi unjuk rasa kampus disusupi atau dikendalikan parpol merupakan bentuk penghinaan atas nalar independen mahasiswa.
"Tuduhan murahan dari 'BEM Bersatu' yang dengan mudahnya menyebut aksi mahasiswa 'ditunggangi' atau 'disusupi' oleh partai politik adalah bentuk penghinaan terhadap nalar kritis dan independensi mahasiswa," ujar Guntur.
Pada bagian akhir, Guntur menyoroti keabsahan representasi kelompok yang melayangkan tuduhan dengan menyebut adanya penolakan dari organisasi kampus asal.
"Banyak bantahan dari organisasi kampus asal terhadap individu yang tergabung di BEM Bersatu, jadi mereka bukan mahasiswa tapi MAHASEWA.
>>> Harry Kane Cetak Dua Gol, Inggris Kalahkan Kroasia di Piala Dunia 2026
PDI Perjuangan difitnah mahasewa yang menamakan dirinya BEM Bersatu," imbuhnya.
