Ia menekankan pentingnya fungsi pengawasan masyarakat sipil terhadap jalannya pemerintahan.
"Kalau kritik hanya dianggap sah ketika datang dari pendukung pemerintah, maka kita sedang bergerak menuju politik loyalitas, bukan demokrasi konstitusional," tuturnya.
Ganjar mengingatkan bahwa hak masyarakat dalam mengontrol kekuasaan bersifat mutlak dan permanen.
"Penguasa datang dan pergi, tetapi hak warga negara untuk mengawasi kekuasaan harus tetap berdiri," imbuhnya.
Said Abdullah: PDIP Tidak Terlibat
Ketua DPP PDIP Said Abdullah memastikan secara kelembagaan partainya tidak pernah menggerakkan atau memfasilitasi gerakan mahasiswa tersebut.
"Dipastikan, PDI Perjuangan, sesuai dengan perintah Ibu Ketua Umum, terhadap berbagai demonstrasi, baik akhir Agustus yang lalu maupun turunnya adik-adik mahasiswa, tidak ada sama sekali keterlibatan dari PDI Perjuangan.
Baik itu sebagai kader maupun sebagai anggota," kata Said.
Said meminta agar kehadiran perorangan seperti Andi Widjajanto di ruang publik tidak diartikan sebagai representasi atau instruksi resmi partai.
"Tegas yang disampaikan Ibu, karena itu bukan cara-cara PDI Perjuangan.
>>> Mufti Anam Kritik Diklat Semi Militer Calon Manajer Koperasi Desa
Termasuk ketika termonitor oleh berbagai pihak, keikutsertaan atau jalan-jalan yang terlihat seperti Andi Widjajanto, itu sama sekali tidak boleh ditafsirkan bahwa itu adalah PDI Perjuangan," ungkapnya.
Mengenai kepemilikan mobil yang dikaitkan dengan hubungan kekeluargaan purnawirawan, Said menganggap spekulasi tersebut tidak rasional.
"Kalau dia ada besanan, ada famili, itu, itu kan nggak, bukan soal, yang kita bukan tidak pada tempatnya kita mempermasalahkan kedekatan kekeluargaan.
Akan tetapi, kalau itu dikait-kaitkan, menurut hemat saya, sangat tidak make sense sama sekali," kata Said.
Said menekankan bahwa mahasiswa memiliki independensi tinggi sehingga tidak mungkin digerakkan oleh partai politik.
"Saya pastikan dan saya jamin bahwa PDI Perjuangan tidak akan pernah terlibat dengan cara-cara yang seperti itu.
Bahwa bagi PDI Perjuangan siapa pun yang demo, asal tidak merusak, menyuarakan aspirasi, sah-sah saja. Sebatas itu," tambahnya.
Ia menegaskan kembali posisi partai yang berada di luar jangkauan teknis aksi demonstrasi kampus.
