SpaceX resmi memperoleh peringkat kredit kategori investment grade dari tiga lembaga pemeringkat utama dunia, yaitu Moody's, Fitch Ratings, dan S&P Global Ratings.
Ketiga lembaga tersebut memberikan prospek atau outlook stabil bagi perusahaan antariksa yang dipimpin Elon Musk itu.
>>> Penjualan LCGC Nasional Turun 22,9%, Toyota Calya dan Agya Justru Tumbuh
Peringkat ini diberikan setelah SpaceX melakukan penawaran saham perdana (IPO) di bursa efek. Peringkat investment grade mencerminkan kepercayaan pasar yang tinggi terhadap stabilitas finansial perusahaan.
Moody's menetapkan peringkat Baa1 untuk SpaceX. Sementara itu, Fitch Ratings memberikan peringkat BBB+ dan S&P Global Ratings menyematkan peringkat BBB.
Raihan tiga peringkat tersebut mengindikasikan bahwa risiko kredit SpaceX tergolong moderat. Perusahaan dinilai memiliki kemampuan yang memadai untuk menyelesaikan seluruh kewajiban keuangannya.
Saham Tertekan Meski Peringkat Positif
Meski mengantongi sentimen positif dari lembaga pemeringkat, pergerakan saham SpaceX justru mengalami tekanan di bursa. Pada sesi perdagangan setelah penutupan pasar, saham perusahaan mencatatkan penurunan sebesar 1,1%.
Pelemahan ini melanjutkan tren negatif setelah sebelumnya saham SpaceX ditutup merosot hampir 4% pada hari Kamis.
>>> Persijap Jepara Resmi Berpisah dengan Pelatih Kiper Yoo Jae-hoon
Padahal, valuasi SpaceX sempat melonjak hingga melampaui US$2 triliun pasca-debut perdana di bursa Nasdaq seminggu lalu.
Harga saham perusahaan sempat meroket pada dua hari pertama perdagangan sebelum akhirnya sebagian keuntungan tersebut kembali menyusut.
Kondisi ini terjadi karena investor mulai menghitung ulang apakah nilai investasi besar pada ekspansi AI sebanding dengan valuasi yang tinggi.
Dalam laporan analisisnya, S&P Global Ratings menyebutkan bahwa lini bisnis peluncuran antariksa serta layanan konektivitas milik SpaceX memiliki prospek yang sangat kuat.
>>> Ricky Nelson Resmi Latih Persis Solo, Target Kembali ke Super League
Namun, S&P memberikan catatan mengenai adanya ketidakpastian pada sektor pengembangan AI akibat tingginya kebutuhan modal dan ketatnya persaingan.