Penyelenggaraan ini juga membuka peluang masuknya kompetisi internasional lain ke Jakarta.
Sporting Manager FIA Rallycross, James Nixon, menegaskan bahwa sokongan dari pemerintah daerah merupakan faktor krusial dalam menyukseskan kompetisi internasional.
Ia berharap pergelaran di Jakarta ini dapat dipromosikan secara luas ke tingkat global.
Pengembangan Ekosistem Olahraga Komunitas
Strategi pengembangan sport tourism di Jakarta tidak hanya mengandalkan acara berskala internasional, melainkan juga mendukung kegiatan olahraga publik dan komunitas.
Pada Februari lalu, agenda Soekarno Run Runniversary 2026 sukses digelar dengan melibatkan 10 ribu peserta di Parkir Timur Gelora Bung Karno.
Acara yang menyediakan kategori 5K, 10K, serta Pelajar 10K ini juga memberikan beasiswa pendidikan bagi para pemenang.
Seluruh kuota peserta pada ajang tersebut habis dipesan hanya dalam waktu tiga hari.
Penyelenggaraan Soekarno Run ini turut melibatkan 10 pimpinan muda dari kalangan mahasiswa dan pelajar.
Selain membawa misi kebangsaan, panitia menerapkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi.
Tersedia pula sarana reverse vending machine untuk mendukung konsep ekonomi sirkular sepanjang acara.
Dukungan serupa diberikan Pemprov DKI pada Kejuaraan Bola Basket Triwarga 2026 di GOR Cempaka Putih.
Kompetisi ini mempertemukan komunitas alumni dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.
Kategori yang dipertandingkan meliputi kelompok usia 30 putra dan putri, 40 putra, serta 50 putra.
Pramono menyatakan bahwa Jakarta selalu terbuka untuk menjadi tuan rumah berbagai kegiatan olahraga, baik di tingkat komunitas, nasional, maupun internasional.
>>> Timnas Indonesia Diunggulkan Kalahkan Mozambik di GBK
"Jakarta siap menjadi tuan rumah kegiatan olahraga berskala nasional maupun internasional, termasuk bola basket," tandasnya.