Koordinator Sekretariat TKN PSL, Ahmad Bahri Rambe, menjelaskan bahwa proyek ini dirancang secara komprehensif mencakup pengelolaan semua jenis sampah dan edukasi publik berkelanjutan.
"Jadi program ini bukan hanya mengambil sampah yang plastik saja, tapi juga sampah organik. Nanti sampah-sampah ini akan dikelola, di-recycle dan yang bernilai nanti akan dimanfaatkan," ujar Bahri.
Sistem penanganan yang berkesinambungan diharapkan mampu menjaga kelestarian ekosistem sungai dalam jangka panjang. "Jadi programnya cukup komprehensif.
Bagaimana mengambil sampah sungai tapi juga melakukan edukasi ke masyarakat, sehingga nanti program ini bisa berjalan dengan baik dan berkesinambungan," imbuhnya.
Staf Asisten Deputi Ekonomi Sirkular dan Dampak Lingkungan Kemenko Pangan, Ahmad Didin, mengonfirmasi program berskala nasional ini berjalan di lima wilayah Indonesia.
"Project ini sudah berjalan di Kota Surabaya, dan harapannya nanti Surabaya menjadi kota percontohan di antara lima tadi.
>>> Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif
Sehingga semua (daerah) bisa meniru apa yang sudah dilakukan Surabaya jika program ini sudah berhasil," pungkas Didin.