Dampak positif mulai terlihat di Kali Tebu yang kini kondisinya lebih bersih dan meningkatkan kepedulian warga. "Kali Tebu sekarang bersih.
Jadi apa yang kita lakukan itu ternyata warga juga terpanggil untuk ingin berusaha menjaga lingkungannya," ungkapnya.
Meskipun volume sampah yang tertahan masih sekitar satu ton per hari, tren penurunan mulai tampak seiring meningkatnya kesadaran publik.
"Setelah lihat (kondisi sungai), orang mau buang lagi ragu-ragu karena sudah mulai baik. Terus sampah itu kita tahan (trash boom) di depan," katanya.
>>> Bea Cukai Blitar Kumpulkan Penerimaan Negara Rp363,6 Miliar hingga Mei 2026
Fikser menekankan indikator keberhasilan program adalah penurunan timbulan sampah langsung dari sumber rumah tangga. "Kita berharap sampah itu semakin berkurang, baru dikatakan berhasil.
Untuk itu, kita akan memperkuat di hulu, kita harus tekan sampah dari rumah tangga," tegasnya.
Untuk mencapai target reduksi sampah hingga 40 persen, Pemkot Surabaya menggalakkan Program Kampung Iklim dan Kampung Zero Waste.
"Jadi target Pak Wali Kota kepada kami Dinas Lingkungan Hidup, sampah harus berkurang 40%. Di Surabaya sampah per hari menghasilkan sekitar 1.800 ton," jelasnya.
Dari total produksi sampah harian tersebut, sekitar 200 ton diolah lewat TPS 3R dan 1.000 ton dikonversi menjadi energi di PLTSa Benowo, sedangkan 600 ton sisanya berakhir di TPA.
Pemerintah pusat juga menunjuk Surabaya untuk mengembangkan fasilitas Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik di lahan seluas 5,8 hektare di Sumber Rejo, Kecamatan Pakal.
"Sehingga sampah yang 600 ton itu, (ke depan) juga bisa kemudian terbakar bersama dengan (sampah) dari wilayah Surabaya Raya, yakni Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Lamongan," kata Fikser.
Koordinator Pokja Perubahan Perilaku Masyarakat Direktorat Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLH, Sri Murwani Nurfadilastuti, menyatakan pemilahan dari hulu menjadi kunci utama.
"Nah, salah satunya adalah untuk mendorong masyarakat bisa membatasi sampah dan juga memilah sampah dari sumbernya," ujarnya.
Sri Murwani terus mendorong pemilahan sampah organik dan anorganik agar dapat dimanfaatkan kembali. "Kami mengapresiasi dan kami terus mendorong upaya-upaya untuk melakukan pengelolaan sampah," imbuhnya.