Implementasi E-Learning dan Target Nasional
Pemprov Jatim mewujudkan komitmen ASN berintegritas melalui program pengembangan kompetensi berkelanjutan. Implementasi E-Learning ASN Berintegritas ini dijalankan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur.
"Birokrasi kelas dunia dimulai dari aparatur yang berkarakter, beretika, dan berintegritas tinggi.
Karena itu, penguatan integritas harus menjadi gerakan bersama dan budaya kerja yang terus kita rawat," kata Khofifah.
>>> Cara Nonton Live Streaming Portugal vs Kongo Piala Dunia 2026
Program E-Learning ASN Berintegritas dinilai penting karena nilai antikorupsi menjadi fondasi karakter ASN. Nilai-nilai tersebut meliputi kejujuran, tanggung jawab, kemandirian, keberanian, kesederhanaan, kepedulian, disiplin, keadilan, dan kerja keras.
"Fokus program ini adalah penguatan integritas dan implementasi nilai-nilai antikorupsi bagi seluruh ASN.
Saya rasa ini penting karena menjadi lapisan paling dasar dalam membentuk budaya antikorupsi di lingkungan birokrasi," jelas Khofifah.
Nilai-nilai antikorupsi tersebut juga menjadi dasar dalam menghadirkan pelayanan publik yang dipercaya masyarakat. Karakter ini mendorong performa aparatur menjadi lebih profesional.
"Yang paling penting, nilai-nilai antikorupsi menjadi fondasi utama agar para ASN dapat memberikan pelayanan publik yang semakin profesional dan berkualitas," ujar Khofifah.
Inovasi pembelajaran digital yang dikembangkan KPK RI ini menggunakan pendekatan interaktif serta reflektif. Media pembelajarannya meliputi video, infografis, narasi, simulasi studi kasus, dan modul berbasis pengalaman nyata.
"Saya sangat mengapresiasi program ini karena dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman ASN terhadap nilai-nilai integritas dan antikorupsi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku serta penguatan budaya kerja yang berintegritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari," tutur Khofifah.
Pemprov Jatim memastikan seluruh ASN di lingkungannya akan mengikuti diklat E-Learning ASN Berintegritas secara bertahap. Program pelatihan ini difasilitasi oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur.
"Program pelatihan ini menjadi awal agar integritas tidak hanya berhenti sebagai nilai tetapi harus benar-benar diimplementasikan oleh seluruh ASN," kata Khofifah.
KPK RI menargetkan lebih dari 6,7 juta ASN di seluruh Indonesia memperoleh pembelajaran integritas berkelanjutan hingga tahun 2029.