⌂ Beranda News Mahasiswa dan Masyarakat Gelar Aksi Tolak Program Pemerintah di Jawa Timur

Mahasiswa dan Masyarakat Gelar Aksi Tolak Program Pemerintah di Jawa Timur

Mahasiswa dan Masyarakat Gelar Aksi Tolak Program Pemerintah di Jawa Timur
Mahasiswa dan masyarakat berunjuk rasa menolak program pemerintah di Jawa Timur
A A Ukuran Teks16px

Senja menilai kondisi kekuasaan saat ini tidak kompeten dalam mengelola negara, namun ia menegaskan tuntutan perbaikan harus dilakukan sesegera mungkin.

"Itu merupakan salah satu bentuk kekuasaan hari ini betul-betul tidak kompeten dalam mengelola negara, pun kalau misal ditanya tenggat kami minta hari ini diperbaiki, kami minta besok diperbaiki dan selamanya diperbaiki," tandas Senja.

Aksi di Malang

Sementara itu di Kota Malang, ratusan massa yang tergabung dalam Aksi Aliansi Malang Bergerak (BEM Malang Raya dan elemen masyarakat) mendatangi gedung DPRD Kota Malang untuk menyuarakan tuntutan serupa.

"Kami akan lawan," ujar salah satu orator di Malang seperti dilaporkan Bisnis. com.

Aksi di Malang diwarnai dengan pembakaran ban bekas, sementara aparat kepolisian berjaga untuk mengamankan Gedung DPRD dan Balai Kota Malang.

Melalui pernyataan tertulisnya, Aliansi Malang Bergerak mendesak pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta mengalihkan anggaran program tidak efektif seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih ke sektor pendidikan dan kesehatan.

"Anggaran negara harus diprioritaskan pada sektor yang lebih mendesak seperti pendidikan, kesehatan, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi rakyat," bunyi pernyataan tertulis Aliansi Malang Bergerak.

Aliansi Malang Bergerak juga menyoroti masalah korupsi sebagai kejahatan luar biasa dan mendesak segera disahkannya regulasi hukum penyitaan aset koruptor.

"Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang merampas hak-hak rakyat dan menghambat pembangunan nasional.

Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset sebagai instrumen hukum yang efektif dalam memberantas korupsi," lanjut aliansi tersebut.

Massa di Malang juga menagih janji DPRD Kota Malang untuk menyampaikan perkembangan dan langkah konkret atas tuntutan aksi yang telah diterima sebelumnya pada 15 Juni 2026 secara terbuka kepada publik.

>>> AtlasGo Tunjuk Wasudewan Jadi CEO, Ekspansi ke Sektor Otomotif

Aksi di Surabaya sempat dihadiri kelompok massa berbaju hitam di luar aliansi mahasiswa yang membakar spanduk dan botol bekas, namun aliansi mahasiswa segera menarik diri hingga massa membubarkan diri dengan kondusif sekitar pukul 16.45 WIB.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru