Dua tahun buka pertama, tahun ke 2 itu aku baru buka cabang di pujasera depan mal Daan Mogot.
Itu sebelum COVID, 2019," imbuh dia.
Menu Andalan dan Omzet Ratusan Juta
Pempek Raffael mempunyai menu andalan seperti pempek kapal selam, pempek telur kecil, pempek adaan, pempek kulit, pempek lenjer, pempek keriting hingga tekwan.
Selain berjualan secara offline di 7 cabang, kata Eko, usahanya ini juga melayani pesanan untuk acara kantor, pernikahan, hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha.
Ketujuh cabang usaha ini berada di Hj.Lengkong, pusat kuliner Daan Mogot, Jl. Jimbaran, Jelambar, belakang gedung CNI, Kosambi dan Taman Kota.
Total sudah 9 tahun lebih Eko menjalankan usaha pempek. Per bulan, UMKM ini bisa meraup omzet ratusan juta Rupiah.
"Omzet sebulan, kotornya itu sekitar 110-140 juta per bulan," tutur Eko.
Dari usahanya juga, Eko saat ini bisa mempekerjakan 9 orang dan membeli kendaraan untuk operasional. Terus berkembang, Pempek Raffael menargetkan punya outlet besar.
>>> Tsunami Terdeteksi di Tujuh Wilayah Indonesia Pascagempa Filipina
Eko optimistis hal itu bisa tercapai.
"Saya berharap usaha ini tetap berkembang ya. Saya punya target pengennya semakin besar.
Saya pengen tempat outlet yang lebih besar lagi buat sentralnya Pempek Raffael. Ini lagi proses, on progress aja gitu kan sambil berjalan.
Kalau udah ada dananya udah siap ya insyaallah mungkin kita nanti bikin gebrakan yang lebih besar lagi," kata Eko.
Dukungan Rumah BUMN BRI
Pagi itu, Eko juga ditemani Lina yang ikut menjalankan Pempek Raffael. Lina menceritakan UMKM ini menjadi anggota Rumah BUMN BRI pada 2023.
Rumah BUMN BRI membantu UMKM untuk naik kelas dengan memberikan pelatihan-pelatihan, akses permodalan hingga pasar. Lina menyebut usaha ini mengenal Rumah BUMN BRI lewat jejaring pertemanan.
"Itu awalnya dari sesama teman UMKM suka saling berbagi info kalau Rumah BUMN tuh nerima UMKM, jadi kita mulai daftar.