⌂ Beranda News Tekanan Pasar Saham Indonesia Sepekan Terakhir: IHSG Terkoreksi 8,69%

Tekanan Pasar Saham Indonesia Sepekan Terakhir: IHSG Terkoreksi 8,69%

Tekanan Pasar Saham Indonesia Sepekan Terakhir: IHSG Terkoreksi 8,69%
Grafik IHSG terkoreksi
A A Ukuran Teks16px

Kondisi itu memicu aksi ambil untung pada saham-saham teknologi.

Marvell tercatat turun 16 persen, Micron melemah 13 persen, sedangkan Intel dan AMD masing-masing turun sekitar 11 persen.

Sentimen pasar semakin tertekan setelah data ketenagakerjaan AS (NFP) Mei 2026 dirilis jauh di atas ekspektasi.

"NFP Mei melampaui ekspektasi (172.000 vs. konsensus 80.000), mendorong yield UST 10-tahun menembus 4,5 persen dan probabilitas kenaikan Fed Funds Rate akhir tahun melonjak ke 72,7 persen," kata Hari.

Kenaikan ekspektasi suku bunga tersebut mengurangi daya tarik aset berisiko, termasuk saham di negara berkembang seperti Indonesia.

Sebagian aksi jual saham teknologi global juga dikaitkan dengan upaya investor mengumpulkan likuiditas menjelang IPO SpaceX.

Perusahaan antariksa milik Elon Musk itu dijadwalkan melantai di Nasdaq pada 12 Juni dengan target valuasi mencapai 1,75 triliun dollar AS.

>>> OPEC+ Sepakat Naikkan Target Produksi Minyak Bumi Mulai Juli

IPO tersebut berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah pasar modal.

Pekan Krusial dan Strategi Defensif

Memasuki perdagangan pekan ini, perhatian investor tertuju pada sejumlah agenda penting.

Dari sisi global, pasar akan mencermati data inflasi konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pada Rabu (10/6/2026).

Data tersebut menjadi acuan utama bagi arah kebijakan The Fed dan proyeksi suku bunga ke depan.

Setelah itu, pasar juga menunggu data PPI pada Kamis (11/6) serta laporan kinerja Oracle dan Adobe.

"Puncaknya, SpaceX dijadwalkan melakukan pricing pada 11 Juni dan mulai diperdagangkan pada 12 Juni – sebuah event yang berpotensi menjadi liquidity event terbesar dalam sejarah," papar Hari.

Dari dalam negeri, sejumlah indikator ekonomi juga menjadi perhatian.

Mulai dari data cadangan devisa Mei 2026 yang dirilis pada Senin (8/6/2026), indeks keyakinan konsumen Mei pada Rabu (10/6/2026), hingga data penjualan ritel April pada Kamis (11/6/2026).

Menurut Hari, data tersebut menjadi indikator awal untuk mengukur daya beli masyarakat dan ketahanan sektor eksternal Indonesia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru