⌂ Beranda News Harga Pertamax Naik, Keluhan Muncul dan Potensi Migrasi ke Pertalite

Harga Pertamax Naik, Keluhan Muncul dan Potensi Migrasi ke Pertalite

Harga Pertamax Naik, Keluhan Muncul dan Potensi Migrasi ke Pertalite
Antrean kendaraan di SPBU saat harga Pertamax naik dan masyarakat mempertimbangkan beralih ke Pertalite.
A A Ukuran Teks16px

Semua harga naik, sementara gaji tidak naik atau kenaikannya tidak sebanding," tutur Dewi.

Kendati demikian, Dewi memilih tetap setia memakai Pertamax. Ia berpandangan kualitas produk nonsubsidi lebih sesuai dengan kebutuhan kendaraannya sekaligus menghindari antrean panjang.

"Saya tetap pilih Pertamax karena Pertalite menurut saya kualitasnya kurang baik dan antreannya juga bikin pusing," ujarnya.

Dewi menginginkan pemerintah lebih akomodatif dalam mendengarkan aspirasi publik sebelum menerapkan keputusan besar.

"Harapannya pemerintah mau mendengarkan suara rakyat dan membuat kebijakan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Lilis (30) yang bekerja sebagai karyawan swasta menilai kenaikan harga ini kian mempersempit ruang gerak finansial kelas menengah.

Di lain pihak, antrean pengisian bensin Pertalite di SPBU Serua Tangsel pada Rabu (10/6/2026) tampak lebih panjang dibanding lini Pertamax.

>>> 200 Pemuda Desa Diberangkatkan ke Jepang untuk Tingkatkan Keterampilan

"Sebagai masyarakat kelas menengah yang dianggap terlalu mampu untuk mendapat bansos tetapi juga tidak bisa disebut kaya, kami sebenarnya sangat tertekan dengan biaya hidup yang terus naik.

Harga Pertamax sekarang menurut saya tidak sebanding dengan rasio UMP yang ada," kata Lilis.

Lilis tetap memilih bahan bakar beroktan 92 tersebut karena keterbatasan opsi, meskipun ia memiliki pengalaman kurang menyenangkan di masa lalu.

"Saya sebenarnya sudah tidak ingin memakai bensin Pertamina karena pernah trauma setelah motor rusak. Tapi sekarang pilihannya terbatas, jadi terpaksa tetap memakai RON 92," ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang transparan dari pihak penentu kebijakan agar masyarakat bisa memahami alasan di balik keputusan tersebut.

"Kalau membuat kebijakan, sebaiknya dibahas secara terbuka dan dijelaskan secara transparan kepada masyarakat. Komunikasi pemerintah masih perlu diperbaiki agar masyarakat memahami alasan dan tujuan kebijakan yang diambil," tegasnya.

Alasan Kenaikan Harga Pertamax

VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, memaparkan alasan di balik penyesuaian harga BBM nonsubsidi tersebut.

Kebijakan ini diambil demi menjaga stabilitas pasokan di pasar domestik.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru