"Jokowi bukan hanya tidak lagi bersama PDI Perjuangan, tapi Jokowi sudah dipecat oleh PDI Perjuangan, bersama Gibran, Bobby dan 27 lainnya," ujar Guntur.
Pemecatan dilakukan karena pelanggaran konstitusional, pelanggaran terhadap AD/ART dan peraturan partai.
"Jadi Jokowi bukan keluar dari PDI Perjuangan atau mundur, tapi dipecat karena pelanggaran.
Karena dia sudah dipecat, maka bukan menjadi urusan PDI Perjuangan dia mau tidak berpartai atau berpartai lagi," tambah Guntur.
Guntur juga menyindir perubahan sikap para pendukung yang dahulu menolak istilah 'petugas partai' bagi Jokowi.
"Dulu pendukung Jokowi tidak mau Jokowi disebut 'petugas partai' saat bersama PDI Perjuangan, itu ejekan katanya.
Maka dengan Jokowi masuk partai hanya untuk kepentingan elektoral partai itu, artinya ludah dijilat di sini," kata Guntur.
>>> Iran Ancam Serang Fasilitas Elon Musk di Timur Tengah, Starlink Jadi Target
Ia membedakan peran Jokowi di PDIP dan PSI: sebagai 'petugas partai' di PDIP ditugaskan untuk kepentingan rakyat dan negara, sedangkan di PSI hanya bekerja untuk kepentingan elektoral partai.