Program ini mencakup pelatihan praktik perkebunan sawit berkelanjutan, penguatan kelompok tani, hingga pendampingan legalitas lahan dan penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (S-TDB).
Hingga kini, sekitar 1.000 petani telah mendapatkan pelatihan Good Agricultural Practices dan lebih dari 800 STDB telah diterbitkan.
Program Manager IDH, Anne Fadilla Rachmi, menyatakan bahwa IDH membantu Apical dalam merancang dan memberikan dukungan pembiayaan agar SLV berjalan secara kolaboratif.
Perbaikan lanskap tidak bisa dilakukan per proyek, melainkan harus dilihat sebagai tata kelola secara utuh.
SLV merupakan bagian dari kerangka program National Initiatives for Sustainable & Climate Smart Oil Palm Smallholders (NISCOPS) yang didukung pemerintah Belanda dan Inggris.
Program ini juga diterapkan di Malaysia, India, Nigeria, dan Kolombia.
>>> PBTI Matangkan Persiapan Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026
Dampak bagi Petani
Program SLV di Aceh Singkil melibatkan enam kelompok dari enam desa yang terdiri dari 61 petani.
Salah satunya adalah Khaidir (30), warga Desa Teluk Rumbia yang juga Ketua Kelompok Madu Rumbia. Ia bergabung dalam program budidaya madu trigona sejak 2023.
Meski awalnya ragu, Khaidir tekun mendalami budidaya madu.
Kelompoknya kini mengelola 267 stup lebah dengan produksi sekitar 47 liter madu, memberikan penghasilan tambahan Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan per anggota.
Khaidir memanfaatkan hasil tersebut untuk biaya sekolah anak dan memperbaiki rumah secara bertahap. Ia juga merasa bangga bisa bertemu banyak kalangan untuk memasarkan produk madunya.
Selain keterampilan teknis, Khaidir dan kelompoknya mengikuti program studi banding ke Danau Sentarum, Kalimantan Barat, untuk mempelajari teknik budidaya dan strategi pemasaran.
Menjembatani Industri, Konservasi, dan Komunitas
Direktur Konservasi YEL, M Yakob Ishadamy, mengungkapkan bahwa YEL bersedia menjadi mitra pelaksana SLV di Singkil karena kesamaan visi menjaga ekosistem.
Suaka Margasatwa Rawa Singkil merupakan kawasan konservasi kritikal untuk orangutan Sumatera.
Menurut Yakob, desain SLV memiliki irisan dengan tujuan konservasi YEL. Program ini membuka peluang partisipasi ekonomi masyarakat tanpa merusak habitat penting.