⌂ Beranda News Apical Group Kembangkan Program Sustainable Living Village untuk Seimbangkan Ekonomi dan Ekologi

Apical Group Kembangkan Program Sustainable Living Village untuk Seimbangkan Ekonomi dan Ekologi

Apical Group Kembangkan Program Sustainable Living Village untuk Seimbangkan Ekonomi dan Ekologi
Petani menunjukkan madu trigona hasil budidaya program Sustainable Living Village di Aceh Singkil
A A Ukuran Teks16px

Kolaborasi YEL dengan Apical bermula dari pengalaman kerja sama sebelumnya di Aceh Tamiang terkait responsible sourcing.

Yakob menambahkan bahwa industri sawit diharuskan memenuhi berbagai standar kepatuhan global, terutama dalam aspek rantai pasok.

SLV menjadi model bagi industri untuk memastikan rantai pasok berkelanjutan yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Bagi petani kecil, hak atas ruang, kepastian lahan, dan kepastian pasar merupakan persoalan utama.

SLV memberikan pendampingan untuk mendorong pemahaman legalitas lahan guna memperkuat posisi mereka di masa depan.

Bagi Apical, peningkatan legalitas dan sertifikasi menjadi jaminan bahwa rantai pasok memenuhi aspek kepatuhan pasar global.

Model ini diharapkan menjadi best practice yang tidak hanya pada compliance, tetapi juga memastikan masyarakat menjadi bagian inklusif dalam kolaborasi terintegrasi.

Yakob mengakui bahwa di masa lalu banyak lembaga konservasi memandang sawit sebagai ancaman lingkungan.

Namun, setelah dipelajari lebih jauh, persoalan utama terletak pada tata kelola di tingkat lanskap yang belum memenuhi standar.

Ke depan, program SLV diharapkan dapat diperluas ke wilayah lain dengan pendekatan komunitas lokal yang berbeda.

>>> Kurs Dolar AS Terhadap Rupiah Naik ke Rp 17.959 pada 11 Juni 2026

Model kolaborasi multipihak ini diyakini mampu menciptakan keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan masyarakat, keberlanjutan industri sawit, dan perlindungan lingkungan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru