Sebelum serangan balasan Israel ke wilayah Iran terjadi, Presiden Trump sempat menegaskan posisi tawar Washington terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Pernyataan tersebut merujuk pada dominasi kebijakan luar negeri Amerika Serikat di kawasan tersebut yang harus dipatuhi oleh pihak Israel.
Meskipun Amerika Serikat menyerukan untuk menahan diri, Israel tetap melancarkan serangan ke dalam wilayah Iran beberapa jam setelah pernyataan tersebut keluar.
Langkah sepihak ini dinilai oleh sejumlah analis berisiko mengikis otoritas dan kredibilitas kepemimpinan Amerika Serikat di Timur Tengah.
>>> Mensesneg: Belasan Ribu Dapur SPPG Akan Ditata Ulang, Bukan Langsung Ditutup
Ketidakpatuhan Israel yang tanpa konsekuensi diprediksi akan memperkuat pandangan Teheran bahwa Washington tidak mampu mengendalikan sekutunya.
Sementara itu, operasi militer Israel di Lebanon selatan sejak awal Maret dilaporkan telah menewaskan lebih dari 3.000 orang dan memaksa satu juta warga mengungsi, di mana pasukan Israel kini menduduki sekitar seperlima wilayah Lebanon.