Arus minyak dari kawasan Teluk saat ini sudah mencapai sekitar 11 juta barel per hari.
Kondisi tersebut didukung oleh pelonggaran lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz serta pengalihan distribusi melalui pipa darat maupun transportasi jalan.
Selain itu, produsen besar seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dapat meningkatkan produksi dengan cepat.
Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan akibat rendahnya stok komersial di Eropa, Asia, dan Amerika.
Di sisi lain, Goldman Sachs juga melihat sejumlah risiko yang dapat mendorong harga minyak lebih tinggi.
Salah satunya adalah meningkatnya kehati-hatian perusahaan pelayaran dan perusahaan asuransi yang dapat membatasi ekspor maupun produksi minyak.
Proses pembersihan ranjau di Selat Hormuz berpotensi menjadi pekerjaan yang rumit dan memakan waktu.
Goldman Sachs juga mencatat tidak ada jaminan Iran tidak akan kembali mengancam penutupan Selat Hormuz apabila negosiasi mengalami hambatan.
Bank investasi tersebut memperkirakan negara pengimpor utama akan mengadopsi kebijakan penimbunan cadangan strategis.
Di saat yang sama, pemulihan stok minyak global yang telah terkuras dalam jumlah besar diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama.
Daan Struyven menilai gangguan pasokan terbesar dalam sejarah industri minyak ini menunjukkan bahwa pasar minyak global kini semakin fleksibel.
Menurut dia, krisis tersebut memperlihatkan bagaimana konsumen besar seperti China mampu beradaptasi.
Pengalaman itu berpotensi mengubah pandangan pelaku pasar mengenai kebutuhan premi risiko keamanan yang selama ini melekat pada harga minyak.
Namun, Goldman Sachs menegaskan berbagai skenario tetap perlu diperhatikan karena besarnya dampak perjanjian ini.
Dalam skenario kenaikan harga apabila gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut, Goldman Sachs memperkirakan harga minyak mentah Brent dapat mencapai 130 dolar AS per barel pada akhir 2026.
>>> Norwegia Gilas Irak 4-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Dalam kondisi yang sama, rata-rata harga sepanjang 2027 diperkirakan dapat mencapai 105 dolar AS per barel.