⌂ Beranda News OPEC+ Kembali Naikkan Target Produksi Minyak di Tengah Gangguan Distribusi

OPEC+ Kembali Naikkan Target Produksi Minyak di Tengah Gangguan Distribusi

OPEC+ Kembali Naikkan Target Produksi Minyak di Tengah Gangguan Distribusi
Pertemuan OPEC+ membahas target produksi minyak
A A Ukuran Teks16px

Tambahan Produksi Belum Cukup Atasi Kekhawatiran Pasar

Analis menilai tambahan kuota belum cukup mengubah kondisi pasar selama gangguan distribusi masih berlangsung.

>>> Aroma Tenggiri di Teras Rumah: Kisah Sukses Pempek Raffael

Jorge Leon dari Rystad Energy mengatakan dampak kenaikan produksi akan sangat terbatas selama Selat Hormuz belum berfungsi normal.

“Peningkatan produksi OPEC+ tidak berarti banyak selama Selat Hormuz tetap tertutup,” kata Leon, dikutip dari CNBC.

Hambatan utama saat ini bukan pada kemampuan produksi, melainkan pada kemampuan menyalurkan minyak ke pasar internasional.

Leon juga mengingatkan bahwa ketika Selat Hormuz dibuka kembali, pasar dapat cepat beralih dari kekhawatiran kekurangan menjadi kelebihan pasokan.

Harga Minyak Dunia Masih Tinggi

Ketidakpastian pasokan membuat harga minyak dunia masih relatif tinggi.

Pada Jumat (5/6/2026), harga minyak mentah Brent ditutup pada 93,09 dollar AS per barrel, turun 1,94 dollar AS atau 2,04 persen.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup pada 90,54 dollar AS per barrel, turun 2,50 dollar AS atau 2,69 persen.

Pada Senin pukul 09.00 WIB, harga Brent naik ke 95,91 dollar AS per barrel, dan WTI ke 93,32 dollar AS per barrel.

Sebagai perbandingan, harga minyak dunia berada di kisaran 72 dollar AS per barrel sebelum konflik AS-Iran dimulai.

OPEC+ Hampir Tuntaskan Pengembalian Pemangkasan Produksi

Kenaikan target produksi juga merupakan bagian dari strategi mengembalikan produksi yang dipangkas pada 2023 sebesar 1,65 juta bph.

Setelah kenaikan Juli, tujuh negara inti masih memiliki sekitar 567.000 bph dari pemangkasan awal yang belum dikembalikan.

Jika pola kenaikan 188.000 bph berlanjut pada Agustus dan September, seluruh pemangkasan berpotensi selesai pada akhir September 2026.

Artinya, OPEC+ semakin dekat dengan fase baru setelah lebih dari tiga tahun menjalankan kebijakan pembatasan produksi.

Kebijakan OPEC+ Secara Keseluruhan Tidak Berubah

Dalam pertemuan terpisah yang melibatkan seluruh anggota, para menteri energi tidak mengubah kebijakan produksi yang berlaku hingga akhir 2026.

OPEC+ juga melanjutkan peninjauan kapasitas produksi masing-masing negara. Hasil kajian akan menjadi dasar penentuan baseline produksi untuk tahun 2027.

>>> Cara Rawat Baterai Mobil Hybrid dan EV agar Tidak Cepat Rusak

Pasar minyak global masih akan mencermati dua faktor utama: kemampuan OPEC+ mengembalikan produksi dan perkembangan situasi geopolitik yang memengaruhi distribusi minyak dunia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru